Recent Posts

Pengertian Biosfer – Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya : Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Pengertian Biosfer

Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Secara etimologi,  kata biosfer terdiri atas 2 kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.Pengertian Biosfer dalam arti sempit adalah lapisan atau bagian di bumi yang menjadi tempat makhluk hidup.


Pengertian biosfer dalam arti luas memiliki makna makhluk hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.Pengertian biosfer dalam arti luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Dioda: Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja, Contoh Dan Jenis Dioda


Litosfer (batuan)

Berdasarkan tempat terjadinya maka batuan penyusun litosfer dapat dibedakan atas:

  • Batuan intrusif: terjadi di bagian dalam, jauh dari permukaan bumi.
  • Batuan ekstrusif: terjadi di dekat permukaan bumi, atau diluar permukaan bumi.
  • Batuan hypoobisis: terjadi dalam gang atau saluran-saluran kulit bumi.

Bagian luar dari bumi lapisan batuan yang disebut litosfer. Karena adanya peristiwa diferensiasi, terbentuklah lapisan SIAL dan lapisan SIMA. SIAL merupakan bagian teratas dari kerak bumi yang terdiri dari Silica dan Aluminium (SI-AL). Sedangkan SIMA merupakan bagian bawah dari SIAL, yang terdiri dari Silica dan magnesium (SI-MA). Kedua lapisan di atas merupakan litosfer.


Hidrosfer (air)

Yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada di atas muka bumi. Yang terbesar adalah samudra dan lautan. Dikatakan bahwa perbandingan antara samudra dan daratan berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air sedangkan 28% berupa daratan.


Atmosfer (udara)

Bumi Dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau atmosfer. Ada lapisan dalam atmosfer.

  • Yang dekat dengan permukaan bumi setebal ± 10 km disebut troposfer.
  • Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer.

Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).  Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Fluida Dinamis : Rumus Hukum Bernoulli, Pengertian, Jenis, Ciri Dan Contoh Soal


Faktor Pendukung Dan Penghambat Kelangsungan Hidup Biosfer

Makhluk hidup yang menempati planet bumi adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Hewan maupun tumbuhan ada yang hidup di darat , perairan, baik pada kawasan air tawar ataupun air laut. Namun, tidak seluruh permukaan bumi dapat menjadi tempat hidup bagi organisme. Karena berhubungan erat dengan berbagai persyaratan hidup, faktor pendukung, dan faktor penghambat bagi kelangsungan hidup organisme itu sendiri.


Faktor Pendukung

  • Kondisi geologi

Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya.


Keanekaragaman flora fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua” yang disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930).


  • Iklim

Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora.


Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan faunaberbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragamanflora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun.


Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.


  • Ketinggian tempat

Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghunn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut :


    • Wilayah berudara panas (0 â€" 600 m dpal).

Suhu wilayah ini antara 23,3 ºC â€" 22 ºC, tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada, dan buah-buahan.

    • Wilayah berudara sedang (600 â€" 1.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 22 ºC â€" 17,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, coklat, kina, teh, dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.


    • Wilayah berudara sejuk (1.500 â€" 2.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 17,1 ºC â€" 11,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.

    • Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)

Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek, contoh: edelweis.


  • Faktor biotik.

Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya.


Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Momen Inersia


Faktor penghambat

Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain :


  • Polusi

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982). Z


at atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.


Sifat polutan adalah:

    1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat, lingkungan tidak merusak lagi
    2. merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran Biosfer

Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.


  • Menurut tempat Terjadinya

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel.

Contohnya:

polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi, materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia.


Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.


Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar.

Contohnya:

Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. • Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.


Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran.

Contohnya:

    • sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
    • detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).
    • zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

  • Menurut macam bahan pencemar

Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut :

  • Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  • Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  • Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

  • Menurut Tingkat Pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tabel Periodik Unsur Kimia : Pengertian, Makalah, Sistem Dan Gambar


  • Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.

  • Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  • Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Manusia sebagai Pengubah Biosfer dan Implikasinya terhadap Tata Ruang Hidup

  • Implikasi terhadap Tata Ruang Hidup

Manusia sebagai pengubah biosfer dengan pengetahuaannya mampu mengubah keadaan lingkungan sehingga menguntungkan dirinya, guna memenuhi kebutuhannya. Ekosistem yang kini terdapat disekitar manusia merupakan suatu ekosistem yang baru diciptakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Suatu ekosistem manusia penuh dengan beranekaragam tumbuhan dan hewan yang ditanam dan dipelihara.


Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keselarasannya ini tidaklah terlalu besar. Alam masih sanggup membuat keseimbangan baru yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian berbanding terbalik dengan kenyataannya.


Manusia membuat ilmu dan teknologi yang terkadang belum dikuasai sepenuhnya oleh manusia telah digunakan secara luas, bukankah hal yang mustahil justru menghancurkan kemampuan alam. Akibatnya, lingkungan tidak dapat lagi mendukung kehidupan dan akhirnya berhenti pula manusia sebagai penduduk bumi.


Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia dan karena itu alam haruslah ditaklukan untuk kepentingannya. Di lain pihak, kemajuan dalam bidang telah menambah kebutuhan manusia.


Mencari makan bukan sekedar penawar lapar, berpakaian bukan sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, melainkan ingin menikmatinya. Alat rumah tangga semakin bermacam-macam. Semua ini diciptakan demi kesenangan manusia.


Diciptakan juga berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan. Digalinya berbagai jenis barang tambang, dibangunnya berbagai bendungan, pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup manusia, dan batubara untuk menggerakkan pabrik dan alat transportasi.


Pendek kata, intervensi manusia terhadap lingkungan dan ekosistem semakin dalam dan rumit, semuanya itu demi kesenangannya. Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya, jumlahnyapun semakin meningkat. Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh perubahan lingkungan yang terus menerus.


Akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang berencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.


  • Implikasi terhadap Sumber Daya

Manusia sebagai pengubah biosfer dapat membawa implikasi terhadap sumber daya, ada yang positif dan negatif.


Dampak positifnya meliputi:

  1. Dapat menaikkan kuantitas suatu produksi, misalnya di bidang pertanian dan industri. Penggunaan bioteknologi, misalnya hormone tumbuhan yang mampu memacu tumbuhnya daun, bunga, atau buah yang banyak juga telah diterapkan dalam dunia pertanian.

  2. Menaikkan kualitas atau mutu produksi, misalnya; pada pengolahan minyak bumi, yang semula kita mengenal bensin, sekarang kita mengenal premium dimana premium dikatakan lebih baik karena mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi sehingga tidak mudah atau cepat merusak alat atau mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.

  3. Pengolahan SDA yang efektif dan efesien, menambah ragam produksi. Misalnya; pada pengolahan minyak bumi yang mula-mula hanya menghasilkan macam-macam bahan bakar, seperti; LNG, LPG, Avigas, premium, solar, minyak tanah, dan minyak pelumas lilin serta aspal, sekarang dapat dikembangkan untuk menghasilkan propylene atau bahan untuk pembuatan plastik, gas H2 untuk pembuatan pupuk, ABS (alkyl bennema sulfonat) untuk pembuatan detergen.

Dampak negatifnya meliputi:

  1. Timbulnya pencemaran lingkungan. Misalnya; adanya suatu pabrik yang menggunakan mesin yang mengadakan pembakaran tidak sempurna akibatnya mengeluarkan gas CO yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Afinitasantara CO dan hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat bila dibandingkan antara O2 dan hemoglobin dan membentuk senyawa karboksi hemoglobin yang stabil.Atmosfer yang mengandung 80 ppm CO dalam tempo 8 jam dapat mengurangi distribusi O2 dalam darah kita sekitar 15%.

    Untuk itu, aliran darah dipercepat akibatnya orang dapat pusing-pusing kemudian lemas dan kandungan CO sebesar1.300 ppm dalam tempo 30 menit dapat menyebabkan fatal. Pabrik yang  mengeluarkan bahan buangan (air limbah) yang mengandung bahan yang dapat menimbulkan pencemaran air, misalnya Hg dapat mengganggu ekosistem di sungai dan di laut.


    Misalnya ikan-ikan akan mati sehingga mengurangi populasi ikan  yang ada di dalamnya. Selain itu, sampah-sampah yang dibuang di sungai akan merusak kualitas air sungai.Penggunaan pestisida di bidang pertanian dapat pula menimbulkan pencemaran tanah bila penggunaannya kurang tepat. Penggunaan teknik nuklir yang dapat pula menimbulkan pencemaran, misalnya dengan adanya kebocoran akan terjadi radiasi.


  2. Terjadi kepunahan, Apabila manusia menggunakan SDA yang melampaui batas tanpamelestarikannya kembali maka akan terjadi kepunahan dalam ketersediaan SDA. Misalnya; penebangan hutan secara liar, perburuan binatang buas dan langka, pengambilan barang tambang secara terus-menerus karena barang-barang tambang tersebut tidak dapat diperbaharui.

  3. Implikasi terhadap Ketersediaan Energi, Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan perkembangan IPA dan teknologi, proses pengilangan minyak bumi dan pengambilan biji menjadi efesien, sehingga produksinya meningkat. Contohnya bensin dari minyak bumi. Minyak bumi adalah hasil pelapukan dari lau.

    Pada proses penyulingan belum diperoleh bensin yang memadai dan kualitasnya rendah. Dengan perkembangan IPA dan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dilakukan proses keretakan (proses memanaskan bahan bertitik didih tinggi di bawah tekanan) dengan menggunakan katalisator,


    hingga molekul-molekul besar pecah menjadi molekul-molekul kecil dan proses reformasi (proses dengan katalisator mengubah senyawa alifatik menjadi senyawa aromatik). Dengan proses keretakan dan reformasi diperoleh peningkatan bensin, baik kuantitas maupun kualitasnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Asam, Basa, Dan Garam


 

Itulah tadi informasi dari daftar judi slot mengenai Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Zona Ekonomi Eksklusif

Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauhâ€" Zona Ekonomi Eklusif merupakan zona yang luasnya 200 mil laut dari garis dasar pantai, yang mana pada zona itu suatu negara memiliki hak atas kekayaan alam di dalamnya, dan berhak memakai kebijakan hukumnya, terbang diatasnya, bebas bernavigasi, maupun melakukan penanaman pipa dan kabel. Konsep daari ZEE datang dari kebutuhan yang mendesak. Sementara akar sejarahnya dengan berdasarkan kebutuhan yang berkembang sejak tahun 1945 sebagai perluasan batas jurisdiksi negara pantai atas lautnya, sumber tersebut mengacu pada prinsip untuk UNCLOS III.

Konsep dari ZEE sudah lama diletakan di depan untuk pertama kalinya oleh Kenya pada Asia-Afrika Legal Constitutive Committee pada Januari 1971, serta pada Sea Bed Committe PBB pada tahun selanjutnya. Proposal Kenya nemerima berbagai dukungan aktif dai berbagai Negara dan Afrika. Dan sekitar waktu yang sama banyak Negara Amerika Latin mulai membangun konsep yang sama atas laut patrimonial. Dua hal itu sudah ada secara efektif pada saat UNCLOS dimulai, dan suatu konsep baru yang disebut juga ZEE sudah dimulai.

Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh

Ketentuan yang utama Konvensi Hukum Laut yang berhubungan dengan ZEE ada dalam bagian ke-5 konvensi itu. Pada tahun 1976 ide dari ZEE diterima dengan antusias oleh bebrapa negara anggota UNCLOS, mereka sudah secara universal mengakui adanya ZEE tanpa harus menunggu UNCLOS untuk mengakhiri atau memaksakan konvensi. Penetapan universal wilayah ZEE seluas 200 mill laut akan memberikan setikdanya 36% dari semua total area laut. Meskipun hal tersebut porsi yang relatif kecil, didalam area 200 mil laut yang memberikan penampilan sekitar 90% dari semua simpanan ikan komersial, 87% dari simpanan minyak dunia, serta 10% simpanan mangan.

Selanjutnya, suatu porsi besar dari penelitian scientific kelautan mengambil tempat pada jarak 200 mil dari pantai, serta hampir semua dari rute utama perkapalan di dunia melewati ZEE negara pantai lain untuk mencapai tujuannya. Melihat banyaknya aktivitas di zona ZEE, adanya rezim legal ZEE dalam Konvensi Hukum Laut sangat pengting keberadaannya.


Delimitasi dari ZEE

Batas luar

Batas dalam ZEE merupakan suatu batas laut teritorial. Zona batas luas tidak boleh melewati kelautan 200 mill dari garis dasar dimana pantai teritorial sudah ditentukan. Kata-kata pada ketentuan tersebut menyarankan bahwa 200 mil laut merupakan batas maksimum dari zee. sehingga bila ada negara pantai yang mengingatkan wilayahnya ZEE-nya kurang dari itu, negara tesebut bisa mengajukannya.

Di banyak daerah tentu saja negara-negara pantai tidak akan memilih mengurangi wilayahnya ZEE kurang dari 200 mill laut, sebab adanya wilayah ZEE negara tetangga. Lalu datang pertanyaan mengapa luas 200 mill laut menjadi piplihan maksimum sebagai wilayah ZEE. ALasan tesebut ialah dengan berdasarkan sejarah dan politik : 200 mill laut tidak mempunyai geografi umum, biologis nyata dan ekologis.

Di awal UNCLOS zona yang sangat banyak diklaim terhadap negara pantai ialah 200 mil laut, diklaim negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Kemudian untuk mempermudah persetujuan penentuan batas luar ZEE maka dipilihlah figur yang banyak mewakili klaim yang sudah ada. Namun tetap mengapa batas 200 mil laut dipilih sebagai batas luar menjadi pertanyaan. Menurut Prof. Hollick, figur 200 mill laut yang dipilih karena tidak kesengajaan, dimulai oleh negara Chili.

Awalnya negara Chili mengaku temotivasi tehadap keinginan untuk melindungi operasi paus lepas pantainya. Industri paus hanya menginginkan zona seluas 50 mil laut, namun disarankan bahwa sebuah contoh sangat diperlukan. Contoh yang sangat menjanjikan datang dalam perlindungan zona diadopsi dari Deklarasi Panama 1939. Zona tersebut sudah disalah pahami secara luas bahwa luasnya adalah 200 mil laut, padahal faktanya luasnya beraneka ragam serta lebih dari 300 mil laut.


Batasan

Pada banyak wilayah negara banyak yang tidak dapat mengklaim 200 mill laut penuh, sebab kehadiran negara tetangga, dan hal tersebut dibutuhkan penetapan batasan ZEE daari negara-negara tetangga, pembatasan tersebut diatur dalam hukum laut internasional.

Pulau-pulau

Pada umumnya seluruh teritori pulau dapat menjadi ZEE. Tetapi, ada 3 kualifikasi yang harus dibuat untuk pertanyaan ini, Pertama, walau pulau-pulau normalnya dapat menjadi ZEE, dari Konvensi Hukum Laut mengatakan bahwa, “batu-batu yang bisa membawa keuntungan pada kehidupan manusia atau kehidupan ekonomi mereka, tidak diperbolehkan menjadi ZEE”.

Wilayah yang tidak berdiri sendiri

Kualifikasi kedua berhubungan dengan wilayah yang tidak mendapatkan kemerdekaan sendiri maupun pemerintahan mandiri lain yang statusnya dikenal PBB, dan pada wilayah yang ada pada dominiasi kolonial. Resolusi III, diadopsi oleh UNCLOS III pada saat yang sama pada teks Konvensi, menyatakan bahwa pada kasus ini ketentuan yang berhubungan dengan kewajiban dan hak berdasarkan Konvensi haruslah diimplementasikan sebagai keuntungan masyarakat wilayah itu sendiri, dengan pandangan sebagai promosi keamanan dan perkembangan mereka.

Antartika

Pada akhirnya, ini harus dicatat bahwa egek dari Traktat Antartika 1959 kelihatannya menunjukan ZEE titak bisa diklaim oleh wilayah yang ada di dalam area tempat traktat tersebut dibuat, yang dinamakan sebagai area selatan dari selatan 60 derajat.


Baca juga artikel lainnya>>

Demikian Penjelasan Diatas Tentang Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh Semoga Bermanfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀

Itulah tadi informasi dari situs judi online mengenai Zona Ekonomi Eksklusif Ditarik Dari Titik Terluar Pantai Sejauh oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pengertian-Lingkungan

Pengertian Lingkungan

  1. Lingkungan adalah kombinasi dari kondisi fisik meliputi keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di darat dan di laut, dengan lembaga-lembaga yang mencakup penciptaan manusia sebagai keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik. Lingkungan juga dapat diartikan ke dalam segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.


lingkungan secara umum adalah kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Secara singkat, definisi lingkungan secara umum adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.


Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik adalah semua benda mati seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, suara. Sementara komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam, Dan Contoh Pencemaran Lingkungan Beserta Cara Penanggulangannya Lengkap


Lingkungan Menurut Para Ahli

  • Menurut KBBI
    Pengertian lingkungan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah daerah (kawasan dan sebagainya) yang termasuk di dalamnya. Bisa juga diartikan sebagai bagian wilayah dalam kelurahan yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan desa.

  • Menurut Darsono (1995)
    Pengertian lingkungan bahwa semua benda dan kondisi, termasuk manusia dan kegiatan mereka, yang terkandung dalam ruang di mana manusia dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan badan-badan hidup lainnya.


  • Menurut StMunajat Danusaputra
    Lingkungan adalah Semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan hidup dan jasad renik lainnya.


  • Menurut Ensiklopedia Kehutanan
    lingkungan adalah Jumlah total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi pertumbuhan reproduksi pohon.


  • Menurut Emil Salim (1976)
    Pengertian lingkungan menurut Salim diartikan sebagai segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempat dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.


  • Menurut Soedjono
    Definisi lingkungan mencakup segala unsur dan faktor fisik jasmaniah yang berada di dalam alam, meliputi hewan, tumbuh-tumuhan dan manusia.


  • Menurut Munadjat Danusaputro
    Arti lingkungan adalah seluruh benda dan daya serta keadaan termasuk yang ada di dalamnya manusia dan segala tingkah perbuatannya yang berada dalam ruang dimana manusia memang berada dan mempengaruhi suatu kelangsungan hidup serta pada kesejahteraan manusia dan jasah hidup yang lainnya.


  • Menurut Otto Soemarwoto
    Pengertian lingkungan menurut Otto Soemarwoto adalah jumlah seluruh benda dan keadaan yang terdapat didalam ruang yang ditempat dimana mempengaruhi kehidupan kita. Secara teoritis bahwa pada ruang itu tak terbatas untuk jumlahnya, namun secara praktis pada ruang tersebut selalu diberikan batasan menurut sesuai kebutuhan yang bisa ditentukan, misalnya yakni sungai, laut, jurang, faktor politik ataukah faktor lainnya.


  • Menurut Amsyari (1989)
    Pengertian lingkungan menurut Amsyari terbagi atas 3 kelompok dasar. Yang pertama lingkungan fisik yaitu segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang terbentuk dari benda mati, misalnya yakni udara, air, rumah, dan batu. Yang kedua lingkungan biologis yaitu segala unsur yang berada pada sekitar manusia yang menyerupai organisme hidup selain yang ada pada diri manusianya itu sendiri, misalnya hewan dan tumbuhan. Yang ketiga lingkungan sosial yakni manusia-mansia yang lain yang berada di dalam lingkungan masyarakat.


  • Menurut Darsono
    Pengertian lingkungan menurut Darsono bahwa semua benda dan kondisi, termasuk manusia dan kegiatan mereka, yang terkandung dalam ruang di mana manusia dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan badan-badan hidup lainnya. (1995)


  • Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf
    Definisi lingkungan hidup merupakan semua faktor ekstrenal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengarui kehidupan, pertumbuhan, perkembangan serta reproduksi organisme.


  • Menurut Munajat Danusaputra
    Arti lingkungan didefinisikan sebagai semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan hidup dan jasad renik lainnya.


  • Menurut Sri Hayati
    Sri Hayati mengemukakan pendapat bahwa pengertian lingkungan sebagai satu kesatuan ruang dengan semua benda juga keadaan makhluk hidup. Yang termasuk di dalamnya adalah manusia dan perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia juga makhluk-makhluk hidup lainnya.


  • Menurut Sambas Wirakusumah
    Arti lingkungan menurut Sambas Wirakusumah merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.


  • Menurut Michael Allaby
    Arti lingkungan hidup menurut Michael Allaby diartikan sebagai lingkungan fisik, kimiawi, dan biotis yang mengelilingi kehidupan organisme.


  • Menurut Bintarto
    Definisi lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik berupa benda ataupun non-benda yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi sikap dan tindakan kita.


  • Menurut Jonny Purba
    Pengertian lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli


Macam dan Jenis Lingkungan

lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. sedangkan Lingkungan dibedakan menjadi dua Jenis Yaitu;  Lingkungan Biotik dan Lingkungan Abiotik.


  • Lingkungan Biotik

Lingkungan biotik (lingkungan organik) merupakan komponen makhluk hidup yang menghuni planet bumi, terdiri atas mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia. Secara khusus, lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi:


  1. produsen, dalam hal ini tumbuhan yang memproduksi sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lainnya;
  2. konsumen, yaitu hewan serta manusia; dan
  3. pengurai, yang merupakan mikroorganisme yang merombak dan menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati. Termasuk ke dalam kelompok pengurai adalah jamur, bakteri, dan cacing tanah.

Unsur Lingkungan Hidup Biotik

Sesuai namanya, unsur lingkungan hidup Biotik adalah unsur atau komponen yang tersusun dari berbagai macam makhluk hidup bernyawa yang ada di muka bumi ini atau pada lingkungan tertentu sebagai contoh kecilnya. Contoh dari lingkungan hidup biotik adalah seperti manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di suatu lingkungan.


  • Lingkungan Abiotik

Lingkungan abiotik merupakan kondisi yang terdapat di sekeliling makhluk hidup berupa benda mati (unsur anorganik), seperti batuan, tanah, mineral, dan udara. Lingkungan abiotik dinamakan juga lingkungan anorganik.

  1. Matahari â€" Unsur lingkungan fisik berupa cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis tumbuhan. Cahaya matahari juga dibutuhkan oleh makhluk hidup lain terutama manusia, sebagai sumber energi.
  2. Air â€" Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk dapat bertahan hidup.

Air adalah unsur terpenting dari lingkungan fisik bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Jika tidak ada air, maka akan terjadi bencana kekeringan. Begitu pula jika keberadaan air berlebihan makan akan menjadi banjir air.

  • Udara â€" Unsur lingkungan fisik berupa udara tidak kalah penting dengan air. Setiap makhluk hidup pasti bernapas. Udara dibutuhkan dalam proses respirasi (bernapas) tersebut. Lapisan Udara terdiri dari berbagai macam gas. Manusia dan hewan membutuhkan udara dalam bentuk oksigen, sedangkan tumbuhan memerlukan udara dalam bentuk karbondioksida untuk berfotosintesis.

  • Tanah â€" Setiap makhluk hidup berpijak di atas tanah. Mikroorganisme juga banyak yang tinggal di dalam tanah. Tanah juga dapat menumbuhkan tanaman yang berguna sebagai bahan pangan bagi manusia dan hewan. (baca juga : Sumber Daya Alam Tanah)


Dalam sudut pandang ekologi manusia, yaitu ilmu yang mempelajari dan menganalisis hubungan timbal balik (interaksi dan interelasi) antara manusia dan lingkungannya, unsur lingkungan hidup itu dibedakan atas tiga kelompok utama, yaitu lingkungan alam (lingkungan fisik), sosial, dan budaya.

  1. Lingkungan alam merupakan kondisi alamiah suatu wilayah yang meliputi kondisi iklim, tanah, fisiografi, dan batuan.

  2. Lingkungan sosial adalah manusia dengan semua aktivitas dan karakternya, baik sebagai individu atau pribadi maupun makhluk sosial.


  3. Lingkungan budaya adalah benda-benda hasil daya cipta manusia, seperti bangunan, karya seni, sistem kepercayaan, dan tatanan kelembagaan sosial.


Unsur Lingkungan Hidup Abiotik

Sedangkan untuk lingkungan hidup non biotik adalah sebuah tempat atau kondisi pada suatu lingkungan yang menjadikannya sebagai penyusun bentuk untuk mendukung terjadinya suatu yang dinamakan lingkungan. Contohnya adalah seperti air, tanah, udara, bebatuan, dan benda mati lainnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Pelestarian Lingkungan Hidup” Pengertian & ( Contoh Upaya â€" Usaha Melestarikan )


Manfaat Lingkungan Hidup

Dengan kemampuan yang dimilikinya, manusia tidak hanya dapat menyesuaikan diri. Akan tetapi, manusia juga dapat memanfaatkan potensi lingkungan untuk lebih mengembangkan kualitas kehidupannya. Bagi manusia, selain sebagai tempat tinggalnya, lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan sebagai:


  1. Media penghasil bahan kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan
  2. wahana bersosialisasi dan berinteraksi dengan makhluk hidup atau manusia lainnya
  3. sumber energi
  4. sumber bahan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan hidup manusia; serta
  5. media ekosistem dan pelestarian flora dan fauna serta sumber alam lain yang dapat dilindungi untuk dilestarikan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lingkungan Sosial : Pengertian, Faktor, Dan Jenis Beserta Contohnya Lengkap


Penyebab  dan Akibat  Pencemaran  Lingkungan

Kerusakan lingkungan akibat dua faktor Fator baik secara alami atau karena tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan dapat membuat ekosistem dan bukan maksimum hidup di lingkungan itu.


Dengan kemampuan yang dimilikinya, manusia tidak hanya dapat menyesuaikan diri. Akan tetapi, manusia juga dapat memanfaatkan potensi lingkungan untuk lebih mengembangkan kualitas kehidupannya. Bagi manusia, selain sebagai tempat tinggalnya, lingkungan hidup juga dapat dimanfaatkan sebagai:


  • Media penghasil bahan kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan papan

  • wahana bersosialisasi dan berinteraksi dengan makhluk hidup atau manusia lainnya
  • sumber energi
  • sumber bahan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan hidup manusia; serta
  • media ekosistem dan pelestarian flora dan fauna serta sumber alam lain yang dapat dilindungi untuk dilestarikan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kesehatan Lingkungan â€" Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Sasaran, Masalah, Para Ahli


Pelestarian Lingkungan Hidup

Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.

  2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.


  3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.


  4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.

  5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.

Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:

  • Menghemat penggunaan kertas dan pensil,
  • Membuang sampah pada tempatnya,
  • Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
  • Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta
  • Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembangunan Berwawasan Lingkungan


Konsep lingkungan Indonesia

Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut “lingkungan”. Misalnya UU no. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan adalah kesatuan dengan segala sesuatu ruang, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilaku, yang mempengaruhi kelangsungan mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. AFA Memahami lingkungan dapat digambarkan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk manusia atau hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan interaksi kompleks antara komponen dengan komponen lainnya.


Pada lingkungan, ada dua komponen penting pembentukannya, menciptakan ekosistem yang merupakan komponen dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik lingkungan meliputi semua makhluk hidup di dalamnya, yaitu, hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan makhluk hidup lainnya. sementara komponen abiotik adalah benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan makhluk hidup di lingkungan yang meliputi tanah, air, api, batu, udara, dan sebaiganya lainnya.


Memahami lingkungan lebih dalam Nomor 23 tahun 2007 adalah kesatuan dengan semua hal ruang atau kesatuan makhluk hidup termasuk manusia dan semua perilaku oleh-mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain di sekitarnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya


Masalah Lingkungan Hidup

Dalam lingkungan hidup masyarakat di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut, tanahdan hutan yaitu sebagai berikut:


  1. Pencemaran Sungai dan lautSungai dan laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan logam berat, pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor industridan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.


  2. Pencemaran TanahTanah bisa dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan bahan pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanahmenjadi kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat disebabkanoleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak mengalami proses penghancuran secara sempurna.


  3. Pencemaran HutanHutan juga bisa mengalami kerusakan apabila dalam pemanfaatannya tidak terkendalidengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui.Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya penebangan secaraliar. Jika kegiatan tersebut dilakukan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan penggundulan hutan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Herbivora


Dampak Lingkungan Hidup

Perubahan ekosistem lingkungan yang paling utama disebabkan oleh perilaku masyarakatyang kurang baik dalam pemanfaatan sumber-sumber daya dalam rangka memenuhikebutuhan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan ekosistem.Perubahan ekosistem suatu lingkungan terjadi dengan adanya kegiatan masyarakat seperti pemanfaatan lahan yang dijadikan sebagai daerah pertanian sehingga dapat mengurangiluas lahan lainnya.


Adanya pertambahan jumlah penduduk dalam memanfaatkan lingkungan akan membawa dampak bagi mata rantai yang ada dalam suatu ekosistem.Selain itu kerusakan hutan yang terjadi karena adanya penebangan dan kebakaran hutandapat mengakibatkan banyak hewan dan tumbuhan yang punah. Padahal hutanmerupakan sumber kehidupan bagi sebagian masyarakat yang berfungsi sebagai penghasil oksigen, tempat penyedia makanan dan obat-obatan. Jumlah kerusakan flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung lama jika dalam penggunaannya masyarakat tidak memperhatikan keseimbangan terhadap ekosistem lingkungan.


Dampak dari perubahan ekosistem akan berkurang jika masyarakat mengetahui dan memahami fungsi dari suatu ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistemmembawa dampak bukan hanya pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna jugadapat mmbawa pengaruh lain terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir danerosi. Selain itu kerusakan lingkungan bisa di sebabkan oleh sampah. Sampah yangsemakin banyak dapat menimbulkan penguapan sungai dan kehabisan zat asam yangsangat dibutuhkan bagi mikroorganisme yang hidup di sungai. Serta dapat puladisebabkan dari pembuangan limbah cair dari kapal dan pemanfaatan terhadap penggunaan air panas yang dapat menimbulkan laut menjadi tercemar.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Paku â€" Pengertian, Ciri, Karakteristik, Struktur, Klasifikasi, Contoh


Mengatasi Lingkungan Hidup

Usaha Mengatasi berbagai Masalah Lingkungan Hidup Pada umumnya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:


  • Menerapkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan pada pengelolaan sumber daya alam baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui dengan memperhatikandaya dukung dan daya tampungnya.

  • Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan sumber dayaalam maka diperlukan penegakan hokum secara adil dan konsisten.


  • Memberikan kewenangan dan tanggung jawab secara bertahap terhadap pengelolaansumber daya alam dan lingkungan hidup.


  • Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertahap dapat dilakukandengan cara membudayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi.


  • Untuk mengetahui keberhasilan dari pengelolaan sumber daya alam dan lingkunganhidup dengan penggunaan indicator harus diterapkan secara efektif.


  • Penetapan konservasi yang baru dengan memelihara keragaman konservasi yang sudahada sebelumnya.

  • Mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkunganglobal.

Dalam pengelolaan sumber daya alam agar tetap lestari maka dapat dilakukan uasaha atau upaya sebagai berikut :

  1. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang harus selaluhijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi perairan di darat.

  2. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.


  3. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan lingkungan.


  4. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.

  5. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap pembuangan

Daftar Pustaka

  • Dr.H. Totok Gunawan, M.S.,dkk. 2004. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta: GanecaExact.
  • Sugandi, Dede. 2005. Geografi. Bandung: Regina.

Itulah tadi informasi dari situs poker online mengenai Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 24, 2020

Pengertian Rayap Dalam Kehidupan oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengertian Rayap Dalam Kehidupan oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pengertian-Rayap-Dalam-Kehidupan

Pengertian Rayap

Rayap adalah serangga sosial anggota bangsa Isoptera yang dikenal luas sebagai hama pengganggu dalam kehidupan manusia. Rayap bersarang didalam tanah dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap disebut juga “semut putih” (white ant) karena kemiripan perilakunya.


Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai.


Rayap adalah detrivores (pengkonsumsi material organik yang membusuk), khususnya di daerah subtropis dan tropis, dan kemampuan mereka mendaur ulang kayu dan bahan tanaman lain adalah hal yang penting bagi keseimbangan ekologi. Sebagai serangga sosial, rayap hidup dalam bentuk koloni. Sebuah koloni dewasa dapat beranggotakan ratusan hingga jutaan individual. Kehadiran rayap di bangunan adalah sebagai konsekuensi dari pembukaan lahan yang pada awalnya adalah habitat mereka untuk mencari makan, kemudian diubah menjadi bangunan pemukiman yang berakibat hilangnya sumber makanan bagi rayap. Namun tidak mutlak keberadaan rayap selalu merugikan manusaia, ada beberapa peranan penting rayap yang sangat menguntungkan sebagai siklus biogoechemical dalam ekosistem. Untuk itu, seyogyanya kita lebih bijak dalam melakukan pengendalian rayap dengan memilih pengendalian yang ramah lingkungan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Serangga Beserta Jenis, Contoh Dan Gambarnya


Taksonomi Rayap

Rayap merupakan salah satu ordo dari 30 ordo yang tergabung dalam kelas Hexapoda dari filum Arthropoda, yaitu organisme yang memiliki anggota tubuh bersegmen. Rayap adalah serangga satu-satunya yang berada dalam ordo isoptera. Ordo ini berasal dari kata “iso: sama” dan “ptera: sayap” artinya serangga yang memiliki sayap yang sama, baik dilihat dari ukuran dan bentuk pada kedua pasang sayapnya, yaitu sayap anterior dan sayap posterior (Astuti, 2013).


  • Asal Isoptera

Rayap merupakan serangga neoptera terresterial yang paling primitif. Rayap bersama dengan Blattodea (kecoa) dan Mantodea (mantid) sering dikelompokkan dalam Dictyoptera. Studi filogenetik terbaru telah menyarankan mantid sebagai cabang terlama dari Dictyoptera, meninggalkan kecoa dan rayap sebagai kerabat. Kecoa yang paling primitif (Cryptocercidae) terkait erat dengan rayap karena memakan kayu, hidup dalam sistem terowongan di dalam log, memiliki flagelata simbiosis dalam usus belakang, dan hidup dalam kelompok famili sub-sosial yang kecil dimana 11 induk berbagi liang dengan satu keturunan induk dengan cairan proctodeal sebagai makanan.


Rayap paling primitif (Famili Mastotermitidae) hanya diwakili oleh satu spesies yaitu Mastotermes darwiniensis, yang merupakan spesies Australia Tropis dengan lokasi temuan terbaru di Gold Coast, Queensland. Rayap ini sangat mirip dengan kecoa, yaitu rayap yang masih meletakkan telur di ootheca. Rayap ini memiliki tarsi bersegmen lima dan lobus anal di sayap belakang, seperti kecoa.


Karena kesamaan ini, diusulkan bahwa rayap berevolusi serangga sosial. Meskipun demikian, rayap tidak memiliki gambaran khas dari kebanyakan kecoa, yaitu tubuh pipih yang lebar dengan pronotum meluas sepanjang kepala sebagai perisai, sayap depan pendek dan tebal yang sedikit terproyeksikan keluar ujung abdomen, dan kaki sangat berduri. Oleh karena itu, rayap secara morfologi terlihat lebih sederhana dan lebih primitif daripada kecoa. Kecoa berkembang dengan bentuk tubuh lebih kuat yang sesuai untuk gaya hidup sebagai pemakan sisa makhluk hidup yang telah mati (detrivorous); sedangkan rayap sesuai untuk hidup dalam terowongan di dalam kayu atau substrat tanah dan mengembangkan integrasi keluarga dengan tingkatan yang lebih maju (Astuti, 2013).


  • Posisi Isoptera dalam Dictyoptera (Insekta)

Hubungan antar ordo yang terdapat dalam kelas insekta yang direkonstruksi oleh beragam peneliti dalam bentuk pohon filogeni masih 12 bersifat kontroversial. Meskipun saat ini bukti memberatkan menunjukkan bahwa rayap (termites) tersarang dalam kecoa (cockroach), sehingga membuat “Blattaria” merupakan parafiletik. Posisi tepat rayap dalam kecoa tidak pasti, meskipun Cryptocerus adalah kelompok kerabat yang paling masuk akal (Astuti, 2013).


Beberapa pohon filogeni yang menggambarkan hubungan ordo isoptera dengan ordo lain dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Posisi Isoptera dalam Dictyoptera (Insekta)

Filogeni dictyoptera: angka setelah nama cockroach mengindikasikan clade cockroach terpisah (tidak spesifik)


  • Hubungan Famili dalam Ordo Isoptera

Rayap yang termasuk kelompok serangga dari ordo Isoptera memiliki keragaman jenis dalam ekosistem yang cukup tinggi. Di dunia, jumlah rayap yang telah dideskripsikan mencapai 2.750 spesies yang tercakup dalam 281 genera dan 7 famili, yaitu Mastotermitidae hanya hanya spesies: Mastotermes darwiniensis, Hodotermitidae, Termopsidae, Kalotermitidae, Rhinotermitidae, Serritermitidae, and Termitidae (Astuti, 2013).


Di Indonesia telah ditemukan sekitar 10% dari total rayap dunia, yang mencakup 3 famili yaitu Kalotermitidae, Rhinotermitidae dan Termitidae, 6 subfamili dan 14 genus; dan di antaranya terdapat sekitar lima persen yang bersifat merugikan bagi manusia. Sejumlah peneliti merekonstruksi filogeni hubungan antara ketujuh famili tersebut berdasarkan data subset karakter, seperti morfologi umum, mandibel imago-pekerja, dan usus pekerja. Hubungan antar famili dalam ordo Isoptera lebih mudah terselesaikan dalam rekontruksi filogeni.


Umumnya, Mastotermitidae diterima sebagai kelompok rayap paling dasar. Termopsidae, Hodotermitidae dan Kalotermitidae adalah dasar bagi ketiga famili lainnya, yaitu Termitidae, Serritermitidae dan Rhinotermitidae; meskipun posisi kekerabatannya dalam bagian tersebut dari pohon filogeni masih dipertentangkan. Kebanyakan hasil penelitian mendukung hubungan Serritermitidae, Termitidae dan Rhinotermitidae sebagai satu kelompok kerabat. Meskipun demikian, tidak ada penelitian yang belum menemukan secara jelas monofiletik Rhinotermitidae. Termitidae mapan sebagai monofiletik dan sebagai famili rayap paling ujung dalam pohon filogeni. Namun, dalam famili Termitidae monofilik dari subfamili tidak ada yang mapan, sehingga membuat analisis pada level subfamili tidak terandalkan (Astuti, 2013). Sejumlah pohon filogeni yang menggambarkan hubungan antar famili dalam ordo Isoptera disajikan pada gambar berikut ini :

Hubungan Famili dalam Ordo Isoptera

Filogeni tingkat famili pada rayap: (a) Donovan, (b) Thompson, (c) Kambhampati, (d) Majority rule consensus


  • Rayap Genus Coptotermes

Coptotermes adalah genus tunggal dalam subfamili Coptotermitinae yang merupakan subfamili paling primitif dari famili Rhinotermitidae. Rayap ini tersebar luas di daerah tropis dan telah diintroduksi oleh manusia ke seluruh dunia. Semua spesies Coptotermes mengkonsumsi kayu dan menjadi hama strukturaldan bangunan yang penting secara ekonomis. Genus ini memiliki jumlah spesies yang paling banyak menimbulkan kerusakan di antara genera rayap lainnya, yaitu 28 spesies, yang diikuti secara berurutan oleh genus Odontotermes (16 spesies), Microtermes (15 spesies), Reticulitermes (11 spesies), dan Heterotermes (10 spesies).


Pada proses pencernaan makanannya, sebagaimana halnya semua anggota koloni rayap lainnya, rayap Coptotermes dibantu oleh mikrofauna protozoa flagellata yang berada di usus belakangnya yaitu Pseudotrichonympha grasii Koidzumi, Holomastigotoides hatmanni Koidzumi, dan Spirotrichonympha leidyi Koidzumi, dengan kemampuan mendekomposisi selulosa yang berbeda tergantung pada derajat polimerisasi (PD) selulosa yang dijadikan sebagai sumber makanan. Penelitian tentang jalur degradasi selulosa oleh protozoa menunjukkan bahwa protozoa memfermentasi selulosa menjadi asetat, karbondioksida dan hidrogen, selanjutnya rayap akan mengabsorpsi asetat sebagai sumber energi (Astuti, 2013).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ragam Ordo Serangga â€" Pengertian, Klasifikasi, Sejarah, Kemampuan, Biologi, Metamorfosis, Morfologi, Peran, Makanan


Klasifikasi Rayap

Secara klasik, rayap dibagi atas dua kelompok, yaitu rayap tingkat rendah yang mencakup semua famili kecuali Termitidae; dan rayap tingkat tinggi yang semua anggotanya dari Termitidae, yang mencapai sekitar 75% dari total semua spesies rayap. Rayap tingkat rendah dicirikan oleh adanya protozoa simbiotik pada usus belakangnya, yang membantu mencerna selulosa; sebaliknya pada rayap tingkat tinggi tidak memiliki protozoa. Ahli protozoa dan serangga telah menemukan genera dan spesies khusus dari flagellata oxymonad, trichomonad, dan hypermastigote yang terbatas pada empat famili dari rayap tingkat rendah, yaitu Mastotermitidae, Hodotermitidae, Kalotermitidae, dan Rhinotermitidae.


Flagellata tersebut mencerna partikel kayu yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup rayap; dan antara keduanya membentuk hubungan simbiosis mutualisme sejati. Dalam literatur lain disebutkan bahwa pada rayap tingkat rendah selain protozoa juga terdapat bakteri yang bersimbiosis di saluran pencernaannya, sedangkan pada rayap tingkat tinggi hanya terdapat bakteri. Rayap juga dapat dikelompokkan berdasarkan preferensi makan.


Pengelompokan ini menggambarkan kesukaan makan yang berhubungan dengan gradien humifikasi dari substrat yang digunakan rayap, dan variasi jumlah fragmen jaringan tanaman (dari hancuran bahan organik) dan silika (dari bahan induk tanah) pada usus. Pengelompokan yang dikenal sebagai “Donovan’s feeding group” ini terbagi atas empat, yaitu (Astuti, 2013) :


  • Group I: kelompok ini memakan kayu mati dan rumput, serta memiliki usus yang relatif sederhana. Kelompok ini diwakili oleh semua rayap tingkat rendah (Mastotermitidae, Kalotermitidae, Rhinotermitidae, dan Serritermitidae). Hampir semua rayap pemakan kayu (wood-feeders), 17 kecuali Hodotermitidae yang juga termasuk pemakan rumput (grassfeeders) (Astuti, 2013).


  • Group II: kelompok ini memakan kayu, rumput, serasah daun, dan mikroepifit, serta memiliki usus yang lebih kompleks. Kelompok ini diwakili oleh beberapa spesies Termitidae, yang mencakup rayap pemakan kayu, pemakan rumput, pemakan serasah (litter-feeders), pemakan mikroepifit (microepiphyte feeders). Macrotermitinae penumbuh jamur juga termasuk di dalamnya, meskipun dapat juga ditempatkan sebagai kelompok yang terpisah, yaitu group IIâ€"fungus (Astuti, 2013).


  • Group III: kelompok ini memakan humus, yaitu material seperti tanah yang mengandung bahan tumbuhan yang masih dapat dikenali di dalamnya. Kelompok ini mencakup spesies Termitidae yang memakan kayu yang mengalami pelapukan hebat yang dicirikan oleh hilangnya struktur serta menjadi terpisah-pisah dan menyerupai tanah; dan juga memakan tanah dengan kandungan bahan organik tinggi. Rayap ini dapat dipertimbangkan sebagai organic-rich-soil-feeders atau humusfeeders, atau soil/wood interface feeders (Astuti, 2013).


  • Group IV: kelompok ini memakan tanah, yaitu material seperti tanah yang mengandung proporsi tinggi silika dan bahan tumbuhan yang sudah tidak dapat dikenali. Kelompok ini mencakup spesies Termitidae yang memakan tanah dengan kandungan bahan organik rendah, yang dianggap sebagai true-soil-feeders (Astuti, 2013).


Dalam sistem taksonomi, rayap Coptotermes yang merupakan salah satu genus dari famili Rhinotermitidae memiliki sistematika sebagai berikut (Astuti, 2013) :

Kingdom : Animalia
Filum        : Arthropoda
Kelas         : Insecta (Hexapoda)
Ordo          : Isoptera
Famili       : Rhinotermitidae
Subfamili : Coptoterminae
Genus       : Coptotermes
Spesies      : Coptotermes havilandi Holmgren


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Metamorfosis Serangga â€" Pengertian, Ciri, Jenis, Sempurna, Tidak Sempurna, Hemimetabola


Jenis Rayap

Berdasarkan lokasi sarang utama atau tempat tinggalnya, rayap perusak kayu dapat digolongkan dalam tipe-tipe berikut :

1. Rayap pohon

Rayap pohon

yaitu jenis-jenis rayap yang menyerang pohon yang masih hidup, bersarang dalam pohon dan tak berhubungan dengan tanah. Contoh yang khas dari rayap ini adalah Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae), hama pohon jati.


2. Rayap kayu lembab

Rayap kayu lembab

menyerang kayu mati dan lembab, bersarang dalam kayu, tak berhubungan dengan tanah. Contoh: Jenis-jenis rayap dari genus Glyptotermes (Glyptotermes spp., famili Kalotermitidae).


3. Rayap kayu kering

Rayap kayu kering

seperti Cryptotermes spp. (famili Kalo­termitidae), hidup dalam kayu mati yang telah kering. Hama ini umum terdapat di rumah-rumah dan perabot-perabot seperti meja, kursi dsb.Tanda serangannya adalah terdapatnya butir-butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan yang sering berjatuhan di lantai atau di sekitar kayu yang diserang.Rayap ini juga tidak berhubungan dengan tanah, karena habitatnya kering.


4. Rayap subteran

Rayap subteran

yang umumnya hidup di dalam tanah yang mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. Di Indonesia rayap subteran yang paling banyak merusak adalah jenis-jenis dari famili Rhinotermitidae.Terutama dari genus Coptotermes (Coptotermes spp.) dan Schedorhinotermes.


Perilaku rayap ini mirip rayap tanah seperti Macrotermes namun perbedaan utama adalah kemampuan Coptotermes untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan dengan tanah, asal saja sarang tersebut sekali-sekali memperoleh lembab, misalnya tetesan air hujan dari atap bangunan yang bocor. Coptotermes pernah diamati menyerang bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang melayani pelayaran Palembang-Jakarta.Coptotermes curvignathus Holmgren sering kali diamati menyerang pohon Pinus merkusii dan banyak meyebabkan kerugian pada bangunan.


5. Rayap tanah

Rayap tanah

Jenis-jenis rayap tanah di Indonesia adalah dari famili Termitidae. Mereka bersarang dalam tanah terutama dekat pada bahan organik yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah dan humus. Contoh-contoh Termitidae yang paling umum menyerang bangunan adalah Macrotermes spp. (terutama M. gilvus) Odontotermes spp. dan Microtermes spp.


Jenis-jenis rayap ini sangat ganas, dapat menyerang obyek-obyek berjarak sampai 200 meter dari sarangnya. Untuk mencapai kayu sasarannya mereka bahkan dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa cm, dengan bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya.Macrotermes dan Odontotermes merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang bangunan di Jakarta dan sekitarnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 100 Ciri-Ciri Insecta (Serangga) dan Klasifikasinya Terlengkap


Peranan Rayap Dalam Kehidupan

Keberadaan koloni rayap tidak mutlak selalu merugikan bagi kehidupan manusia. Beberapa peranan rayap bila ditinjau secara keseluruhan dari keberadaannya dimuka bumi, antara lain :

  • Sarang Rayap Bisa Menguak Lokasi Tambang Emas
    Dalam hal ini ternyata hewan satu ini dapat menemukan lokasi tambang emas, bahkan saking kayanya , sarang hewan kecil itu ada yang mengandung serbuk logam mulai tersebut. Para peneliti menemukan sarang rayap itu mengandung kosentrasi emas tinggi, lima hingga enam kali lebih tinggi dari pada konsentrasi yang ditemukan lebih dari 16 meter dari gundukan.Rayap dapat masuk sampai jauh ke dalam tanah, dalam hal ini kemampuan ini tergantung dari jenis rayap. Rayap sangat suka terhadap lokasi-lokasi yang mengandung logam, terutama logam mulia (emas). Logam ini akan dikeluarkan kembali oleh rayap.

  • Sarang rayap tidak hanya sekadar tempat tinggal, akan tetapi juga sangat membantu ekosistem di sekitarnya untuk bertahan dalam masa kekeringan. Rayap membangun sarang dengan menggali lubang serupa pori-pori kecil di tanh. Akibatnya, air meresap lebih jauh ke dalam tanah sehingga tidak menguap. Para peneliti dari Universitas Princeton, Amerika Serikat menyatakan sarang rayap ibarat oasis di padang gurun. Corina Tarnita, peneliti dan asisten profesor ekologi dan biologi evolusi di Princeton University, mengatakan proses penggurunan tidak terlalu mempengaruhi habitat di sekitar sarang rayap.Manfaat dan peranan lain dari rayap untuk kehidupan manusia ialah 95% dari jenis rayap yang ada di Indonesia justru sangat bersahabat dengan manusia. Mereka ini ialah jenis rayap yang makanannya kayu lapuk. Pohon yang sudah mati ini dimakan rayap, kemudian diubah menjadi zat hara tanah yang dapat menyuburkan. Begitu juga daun tidak dapat membusuk, tanah menjadi miskin unsur hara karena tidak ada yang kembali ke tanah.


  • Keberadaan koloni rayap berperan penting dalam siklus biogeochemical (dekomposer bahan organik) seperti siklus Nitrogen, Karbon, Sulfur, Oksigen, dan Fosfor.


  • Keberadaan koloni rayap disuatu daerah mampu memengaruhi bentuk vegetasi yang tumbuh dan berkembang di sekitar koloni itu dengan altivitas dari rayap tersebut melalui modifikasi profil dan sifat kimia tanah.


  • Di daerah Gurun Afrika Selatan, rayap Hodotermes berperan dalam proses siklus nutrisi tanah. Aktivitas rayap membawa air ke daerah yang ditumbuhi tanaman sangat menguntungkan karena ketersediaan air pada tanaman menjadi lebih banyak.


  • Di daerah berpasir, rayap mampu meningkatkan infiltrasi air dan mengembalikannya ke bagian atas tanah.


  • Mengakibatkan kerusakan pada bangunan, seperti: perumahan, perkantoran, gedung olahraga dan lain sebagainya. Selain itu rayap juga dapat merusak tanaman, buku, arsip ataupun dokumen lainnya karena mereka dapat mencerna atau menguraikan selulosa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Metamorfosis Serangga Dan Amfibi Terlengkap


Kasta Rayap

Koloni rayap yang merupakan jenis serangga sosial terbagi atas tiga kasta yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Ketiga kasta tersebut adalah kasta reproduksi, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Tidak kurang daro 80-90% populasi koloni rayap merupakan kasta pekerja. Penjelasan dari kasta-kasta tersebut adalah sebagai berikut:


  • Kasta reproduktif

Pada kasta ini terdiri atas individu-individu seksual yaitu betina (yang abdomennya biasanya sangat membesar) yang tugasnya bertelur dan jantan (raja) yang tugasnya membuahi betina. Raja sebenarnya tak sepenting ratu jika dibandingkan dengan lamanya ia bertugas karena dengan sekali kawin, betina dapat menghasikan ribuan telur; lagipula sperma dapat disimpan oleh betina dalam kantong khusus untuk itu, sehingga mungkin sekali tak diperlukan kopulasi berulang-ulang.


Jika koloni rayap masih relatif muda biasanya kasta reproduktif berukuran besar sehingga disebut ratu. Biasanya ratu dan raja adalah individu pertama pendiri koloni, yaitu sepasang laron yang mulai menjalin kehidupan bersama sejak penerbangan alata. Pasangan ini disebut reprodukif primer. Jika mereka mati bukan berarti koloni rayap akan berhenti bertumbuh. Koloni akan membentuk “ratu” atau “raja” baru dari individu lain (biasanya dari kasta pekerja) tetapi ukuran abdomen ratu baru tak akan sangat membesar seperti ratu asli. Ratu dan raja baru ini disebut reproduktif suplementer atau neoten.


Jadi, dengan membunuh ratu atau raja kita tak perlu sesumbar bahwa koloni rayap akan punah. Bahkan dengan matinya ratu, diduga dapat terbentuk berpuluh-puluh neoten yang menggantikan tugasnya untuk bertelur. Dengan adanya banyak neoten maka jika terjadi bencana yang mengakibatkan sarang rayap terpecah-pecah, maka setiap pecahan sarang dapat membentuk koloni baru.


  • Kasta prajurit

Kasta ini ditandai dengan bentuk tubuh yang kekar karena penebalan (sklerotisasi) kulitnya agar mampu melawan musuh dalam rangka tugasnya mempertahankan kelangsungan hidup koloninya. Mereka berjalan hilir mudik di antara para pekerja yang sibuk mencari dan mengangkut makanan.


Setiap ada gangguan dapat diteruskan melalui “suara” tertentu sehingga prajurit-prajurit bergegas menuju ke sumber gangguan dan berusaha mengatasinya. Jika terowongan kembara diganggu sehingga terbuka tidak jarang kita saksikan pekerja-pekerja diserang oleh semut sedangkan para prajurit sibuk bertempur melawan semut-semut, walaupun mereka umumnya kalah karena semut lebih lincah bergerak dan menyerang.


Tapi karena prajurit rayap biasanya dilengkapi dengan mandibel (rahang) yang berbentuk gunting maka sekali mandibel menjepit musuhnya, biasanya gigitan tidak akan terlepas walaupun prajurit rayap akhirnya mati. Mandibel bertipe gunting (yang bentuknya juga bermacam-macam) umum terdapat di antara rayap famili Termitidae, kecuali pada Nasutitermes ukuran mandibelnya tidak mencolok tetapi memiliki nasut (yang berarti hidung, dan penampilannya seperti “tusuk”) sebagai alat penyemprot racun bagi musuhnya.


Prajurit Cryptotermes memiliki kepala yang berbentuk kepala bulldogtugasnya hanya menyumbat semua lobang dalam sarang yang potensial dapat dimasuki musuh. Semua musuh yang mencapai lobang masuk sulit untuk luput dari gigitan mandibelnya. Pada beberapa jenis rayap dari famili Termitidae seperti Macrotermes, Odontotermes, Microtermes dan Hospitalitermes terdapat prajurit dimorf (dua bentuk) yaitu prajurit besar (p. makro) dan prajurit kecil (p. mikro)


  • Kasta pekerja

Kasta ini membentuk sebagian besar koloni rayap. Tidak kurang dari 80 persen populasi dalam koloni merupakan individu-individu pekerja. Tugasnya melulu hanya bekerja tanpa berhenti hilir mudik di dalam liang-liang kembara dalam rangka mencari makanan dan mengangkutnya ke sarang, membuat terowongan-terowongan, menyuapi dan membersihkan reproduktif dan prajurit, membersihkan telur-telur, dan â€" membunuh serta memakan rayap-rayap yang tidak produktif lagi (karena sakit, sudah tua atau juga mungkin karena malas), baik reproduktif, prajurit maupun kasta pekerja sendiri.


Dari kenyataan ini maka para pakar rayap sejak abad ke-19 telah mempostulatkan bahwa sebenarnya kasta pekerjalah yang menjadi “raja”, yang memerintah dan mengatur semua tatanan dan aturan dalam sarang rayap. Sifat kanibal terutama menonjol pada keadaan yang sulit misalnya kekurangan air dan makanan, sehingga hanya individu yang kuat saja yang dipertahankan. Kanibalisme berfungsi untuk mempertahankan prinsip efisiensi dan konservasi energi, dan berperan dalam pengaturan homeostatika (keseimbangan kehidupan) koloni rayap.
Feromon penanda jejak dan pendeteksi makanan.


Telah merupakan suatu diktum bahwa rayap (pekerja dan prajurit) itu buta. Mereka jalan beriiringan atau dapat menemukan obyek makanan bukan karena mereka mampu melihat atau mencium bau melalui “hidung”. Kemampuan mende­eksi dimungkinkan karena mereka dapat menerima dan menafsirkan setiap bau yang esensial bagi kehidupannya melalui lobang-lobang tertentu yang terdapat pada rambut-rambut yang tumbuh di antenanya. Bau yang dapat dideteksi rayap berhubungan dengan sifat kimiawi feromonnya sendiri.


Feromon adalah hormon yang dikeluarkan dari kelenjar endokrin., tetapi berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan empengaruhi individu lain yang sejenis. Untuk dapat mendeteksi jalur yang dijelajahinya, individu rayap yang berada didepan mengeluarkan feromon penanda jejak (trail following pheromone) yang keluar dari kelenjar sternum (sternal gland di bagian bawah, belakang abdomen), yang dapat dideteksi oleh rayap yang berada di belakangnya. Sifat kimiawi feromon ini sangat erat hubungannya dengan bau makannannya sehingga rayap mampu mendeteksi obyek makanannya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jamur Zygomycota Beserta Ciri-Cirinya


Biologi dan Morfologi Rayap

Menurut (Nandika et, al.dalam Pratama 2013) C. curvignatus merupakan rayap yang paling luas serangannya di Indonesia. Klasifikasi rayap tanah C. curvignatus sebagai berikut :
Isoptera berasal dari bahasa latin yang berarti Insekta bersayap sama. Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo Isoptera adalah

  1. tubuh lunak,
  2. memiliki dua sayap,
  3. bersifat hemitabola,
  4. memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama. Toraks berhubungan langsung dengan abdomen yang ukuran lebih besar, merupakan serangga sosial.
  5. mengalami metamorfosis tidak sempurna,
  6. tipe mulut penguyah,
  7. cara hidupnya membentuk koloni dengan sistem pembagian tugas tertentu yang disebut polimorfisme,
  8. rayap memiliki 4 kasta, yaitu : kasta reproduksi pertama bersayap dan akan ditanggalkan setelah perkawinan, kasta reproduksi kedua dewasa secara seksual tapi dalam bentuk nympha, kasta pekerja tidak bersayap dan memiliki banyak tugas untuk memelihara koloni, kasta tentara bersifat steril dan memiliki kepala dan mandibula yang besar serta bertugas menjaga koloni (Pratama, 2013).

Rayap yang ditemukan di daerah tropis jumlah telurnya dapat mencapai ± 36.000 sehari bila koloninya sudah berumur ± 5 tahun. Bentuk telur rayap ada yang berupa butiran yang lepas ada pula uang berupa kelompok terdiri dari 16-20 butir telur yang melekat satu sama lain. Telur-telur ini berbentuk silinder dengan ukuran panjang yang bervariasi antara 1-1,5 mm (Hasan dalam Pratama, 2013). Tubuh Isoptera tersusun oleh:


  • Kepala
    Prognathous, mempunyai mata mejemuk, kadang-kadang mengecil, mempunyai dua occellus atau tidak mempunyai antena panjang tersusun atas sejumlah segmen, sampai tiga puluh segmen, tipe mulut penggigit dan pengunyah (Rizali dalam Pratama, 2013).


  • Dada (thorax)
    Mempunyai dua pasang sayap yang bersifat membran, kedua pasang sayap ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, pada keadaan istirahat pasangan sayap melipat di bagian dorsal abdomen. Kebanyakan pekerja dan tentara tidak bersayap.Pasangan-pasangan kaki pendek, coxae sangat berkembang, tarsus terdiri atas empat sampai lima segmen, dengan sepasang ungues (Rizali dalam Pratama, 2013)


  • Perut (abdomen)
    Tersusun atas sebelas segmen.Sternum segmen abdomen pertama mengecil.Sternum segmen abdomen kesebelas menjadi paraproct.Cercus pendek tersusun atas enam sampai delapan segmen (Rizali dalam Pratama, 2013).


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Morfologi Protozoa Dalam Biologi


Bionomik Rayap

Perilaku Makan pada Rayap
Rayap merupakan serangga daerah tropika dan subtropika. Rayap ditemukan mulai dari pantai sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut, dengan kelembaban 60-70%, dan temperatur udara antara 250C danh 290C. Makanan utamanya adalah kayu atau bahan yang memiliki kandungan selulosa. Dari perilaku makanya, dapat dikatakan bahwa rayap termasuk golongan makhluk hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan dalam ekosistem kita.


Mereka merupakan konsumen primer dalam rantai makanan yang berperan dalam kelangsungan siklus beberapa unsur penting seperti karbon dan nitrogen. Secara umum makanan rayap adalah semua bahan yang mengandung selulosa. Bignell dan Eggleton (2000), membagi rayap menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenis makanannya, yaitu :

  1. Rayap Pemakan Tanah
    Rayap tingkat rendah mendapatkan makanan dari mineral tanah. Material yang dicerna sangat heterogen, mengandung banyak bahan organik tanah dan silika. Rayap jenis ini ditemukan pada Apicotermitinae, Termitinae, Nasutitermitinae, dan Indotermitinae.

  2. Rayap Pemakan Kayu (Wood-Feeder)
    Rayap yang mendapatkan makanan dengan memakan kayu dan sampah berkayu, termasuk cabang mati yang masih menempel di pohon. Hampir semua rayap tingkat rendah adalah pemakan kayu, semua subfamili dari Termitinae kecuali Apicotermitinae.


  3. Rayap Pemakan Serasah (Litter-Feeder)
    Rayap jenis ini mendapatkan makanan dari daun atau kayu-kayu kecil. Rayap ini terdapat pada Macrotermitinae, Apicotermitinae, Termitinae, dan Nasutitermitinae. Rayap memakan kayu yang kaya selulosa kristalin dan amorf, hemiselulosa dan lignin. Tingkat hidrolisis hemiselulosa dan lignin yang tinggi dapat membatasi aktivitas selulolitik melalui penghambatan produk akhir. Hal ini yang menyebabkan rayap mengekspresikan berbagai macam gen selulase.


    Rayap mampu makan (menyerap) selulosa melumatkan dan menyerapnya sehingga sebagian besar ekskremen hanya tinggal lignin saja. Kemampuan rayap dalam melumatkan selulosa dikarenakan pada usus bagian belakang rayap memiliki protozoa yang berperan sebagi simbion untuk melumatkan selulosa sehingga mampu mencernakan dan menyerapnya (Waryono, 2008).


    Saluran pencernaan rayap terdiri atas usus depan, usus tengah, dan usus belakang. Saluran ussus ini menempati sebagian besar dari abdomen. Kelenjar saliva mensekresikan endoglukanase dan enzim lain ke saluran pencernaan.pada usus tengah, mensekresikan suatu membrane peritrofik di sekeliling material makanan. Rayap dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan lignoselulosa yang mengandung sedikit nutrisi. Rayap dapat mencerna lignoselulosa dengan menggunakan enzim selulase yang dihasilkan oleh rayap itu sendiri dan simbion. Lignoselulosa adalah suatu campuran dari tiga polimer yang dihasilkan tanaman yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa adalah polimer glukosa yang terikat oleh ikatan β-1,4 dan terikat bersama dengan hemiselulosa.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Dan Penyebaran Kura Kura Serta Penjelasannya

Siklus Hidup Rayap

Siklus Hidup Rayap

Siklus hidup perkembangan rayap adalah melalui metamorfosa hemimetabola, yaitu secara bertahap, yang secara teori melalui stadium (tahap pertumbuhan) telur, nimfa, dewasa. Walau stadium dewasa pada serangga umumnya terdiri atas individuâ€"individu bersayap (laron) (Tarumingkeng, 2001).


Menurut Nandika dkk (2003) sistematika dari rayap (C. curvinagthus) adalah sebagai berikut :
Filum : Arthropoda , Kelas : Insecta , Ordo : Isoptera Famili : Rhinotermitidae , Genus : Coptotermes, Spesies : Coptotermes curvinagthus Holmgren


Panjang telur bervariasi antara 1-1,5 mm. Telur C. curvignathus akan menetas setelah berumur 8-11 hari. Jumlah telur rayap bervariasi, tergantung kepada jenis dan umur.Saat pertama bertelur betina mengeluarkan 4-15 butir telur.Telur rayap berbentuk silindris, dengan bagian ujung yang membulat yang berwarna putih. Telur yang menetas yang menjadi nimfa akan mengalami 5-8 instar (Nandika dkk, 2003).


Nimfa yang menetas dari telur pertama dari seluruh koloni yang baru akan berkembang menjadi kasta pekerja. Kasta pekerja jumlahnya jauh lebih besar dari seluruh kasta yang terdapat dalam koloni rayap.Waktu keseluruhan yang dibutuhkan dari keadaan telur sampai dapat bekerja secara efektif sebagai kasta pekerja pada umumnya adalah 6-7 bulan.Umur kasta pekerja dapat mencapai 19- 24 bulan.


Struktur kepala pada nimfa muda dan pekerja sama dengan bentuk kasta reproduktifnya. Kadang tidak terdapat mata majemuk dan ocelli.Jika terdapat mata majemuk maka mata tersebut belum berkembang seperti halnya pada kasta reproduktif.Mata majemuk tampak jelas pada nimfa tua sebelum terbentuk laron.Jumlag segmen antenanya lebih sedikit dibandingkan setelah menjadi laron (Nandika dkk, 2003).


Strategi Pengendalian Rayap

Dari uraian di atas, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa untuk menghindar atau meminimumkan kemungkinan terjadinya serangan rayap pada bangunan perlu diperhatikan hal-hal berikut.


  1. Hindari adanya bahan-bahan kayu seperti sisa-sisa tunggak pohon di sekitar halaman bangunan, yang potensial untuk menjadi sumber infeksi rayap. Demikian pula adanya pohon-pohon tua yang sebagian jaringan pohon maupun akarnya telah mati merupakan sumber makanan rayap dan dapat menjadi lokasi sarang perkembangan koloni rayap.


  2. Hindari kontak antara tanah dengan bagian-bagian kayu dari bangunan. Walaupun cara ini tidak mutlak mampu mencegah serangan rayap karena rayap mampu membuat terowongan kembara di atas tembok, lantai dan dinding untuk mencapai obyek kayu makanannya tetapi bagi bangunan sederhana cara ini dapat memperlambat serangan rayap, dan adanya terowongan-terowongan dapat dideteksi.


  3. Pergunakan kayu yang awet (seperti bagian teras kayu jati), atau kayu yang telah diawetkan dengan bahan-bahan pengawet anti rayap. Untuk kayu-kayu yang digunakan di bawah atap jenis-jenis garam pengawet seperti garam Wolman dengan retensi yang cukup telah memadai, sedangkan bagi kayu di luar bangunan diperlukan bahan pengawet larut minyak seperti kreosot .


  4. Cara yang paling efektif adalah melindungi bangunan dengan cara membuat “benteng yang kuat terhadap rayap” di bagian fondasi dengan cara menyampur bahan fondasi dengan termitisida atau memperlakukan tanah di bawah dan di sekitar fondasi dengan termitisida yang tahan pencucian (persisten) serta memiliki afinitas dengan tanah.


  5. Jika bangunan telah terserang, gunakanlah cara-cara pengendalian yang ramah lingkungan, seperti dengan pengumpanan dan pengendalian koloni dengan menggunakan insektisida penekan pertumbuhan kutikel seperti heksaflumuron dsb.


Daftar Pustaka

  • Astuti. 2013. Identifikasi, Sebaran Dan Derajat Kerusakan Kayu Oleh Serangan Rayap Coptotermes (Isoptera: Rhinotermitidae) Di Sulawesi Selatan. Universitas Hasannudin.
  • Exterra. 2009. Tentang Rayap â€" Sejarah singkat mengenai rayap beserta jenisnya.
  • Haryo. 2012. Makalah Urban Pest Rayap. Universitas Padjajaran Jatinangor
  • Pratama, Ady. 2013. Ketahanan Kayu Mindi (Melia Azedarach L.) Dari Rayap Kayu Kering Cryptotermes Cynocephalus Setelah Perlakuan Pemanasan. Skripsi : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Bogor
  • Subekti Niken, Dedy Duryadi , Dodi Nandika , Surjono Surjokusumo , Syaiful Anwar. 2008. Sebaran dan Karakter Morfologi Rayap Tanah Macrotermes Gilvus Hagen di Habitat Hutan Alam (Distribution and Morphology Characteristic of Macrotermes gilvus Hagen in The Natural Habitat) Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 1(1): 27-33.
  • Waryono, Tarsoen. 2008. Ekosistem Rayap Dan Vektor Demam Berdarah Di Lingkungan Permukiman. Kumpulan makalah periode 1987-2008. Universitas Indonesia.
  • Nandika, dkk. 2003. Rayap ; Biologi dan Pengendaliannya. Muhamadiyah University Press. Surakarta.
  • Tarumingkeng. 2001. Serangga dan Lingkungan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Pengertian Rayap Dalam Kehidupan oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020