Recent Posts

Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sistem Pertanian Terpadu adalah sistem gabungan antara kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang berkaitan dengan pertanian dalam satu lahan.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk mencukupi kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang para petani, yaitu berupa pangan, sandang dan papan. Target tersebut dapat terpenuhi dengan cara meningkatkan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta mengembangkan desa secara terpadu.

Pengertian Sistem Pertanian Terpadu

Sistem Pertanian Terpadu merupakan suatu sistem menggunakan ulang atau mendaur ulang dengan memanfaatkan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang dibuat menyerupai cara alam bekerja.

Pertanian yang baik ialah kegiatan pertanian yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga kandungan unsur hara dan energi tetap seimbang. Keseimbangan tersebut akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan secara efektif dan efisien.

Pada hakekatnya, pertanian terpadu adalah upaya memanfaatkan seluruh potensi energi agar dapat dipanen secara seimbang.

Kegiatan pertanian melibatkan makhluk hidup pada setiap prosesnya dalam jangka waktu tertentu pada proses produksinya. Melalui kegiatan pertanian terpadu, maka akan terjadi pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon yang lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia, seperti pupuk nitrogen dan lain-lain.

Agar manfaat sistem ini dapat diperoleh secara efektif dan efisien, maka kegiatan pertanian yang dilakukan secara terpadu dapat dibuat di suatu kawasan secara kolektif. Pada kawasan tersebut dapat dibuat beberapa sektor, seperti sektor produksi tanaman, pertanian serta perikanan.

Sektor-sektor ini akan menjadikan suatu kawasan memiliki ekosistem yang lengkap dan seluruh komponen produksinya tidak akan menghasilkan limbah, karena dapat dimanfaatkan oleh komponen-komponen lainnya. Selain itu, peningkatan hasil produksi dan penghematan biaya produksi juga dapat tercapai.

Keunggulan lain dari Sistem Pertanian Terpadu adalah petani dapat memiliki berbagai sumber penghasilan. Kegiatan pertanian ini juga memberikan perhatian terhadap diversifikasi tanaman dan polikultur. Polikultur adalah sistem budidaya pertanaman campuran yang dilakukan pada lahan yang sama.

Melalui sistem ini, petani dapat memperoleh sumber penghasilan dari menanam padi, beternak kambing, serta menanam sayuran. Kotoran dari hewan ternak dapat digunakan untuk pupuk, serta hasil ternak dapat dikonsumsi atau dijual sehingga memperoleh penghasilan tambahan.

agroforestri tanaman pohoninvestasi.com

Latar Belakang

Sebagai negara agraris dengan kekayaan alam dan tanah yang subur, masyarakat Indonesia telah dikenal sebagai petani secara turun temurun.

Namun sayangnya, profesi petani saat ini dianggap sebelah mata dibanding pekerjaan lain. Padahal tanpa kerja keras petani, maka bahan makanan kita sehari-hari akan sulit diperoleh.

Oleh sebab itu, setidaknya ada 3 alasan mengapa pertanian terpadu perlu dilakukan, yaitu:

  • Panen Tidak Setiap Hari – Adanya sistem pertanian terpadu akan menjadikan petani memiliki alternatif pendapat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
  • Menekan Harga Produksi – Pertanian terpadu merupakan kombinasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya dalam satu wilayah tani. Adanya sistem ini akan menekan harga pokok produks dengan penerapan sistem zero waste.
  • Meningkatkan Harga Jual – Melalui pembinaan yang berkelanjutan, hasil panen memiliki keunggulan dibanding pertanian konvensional. Manfaat positifnya adalah harga jual produk pertanian yang meningkat yang memengaruhi kesejahteraan petani menjadi lebih baik.

Tujuan Pertanian Terpadu (4F)

Pertanian dengan sistem terpadu diharapkan mampu menghasilkan kesejahteraan meliputi 4F, yaitu food, feed, fuel, dan fertilizer.

  • Food – Pertanian terpadu diharapkan dapat menghasilkan pangan lebih beragam, seperti beras, sayuran, daging, dan ikan.
  • Feed – Limbah dari pengolahan produk pertanian seperti dedak dan bungkil jagung dapat diolah kembali menjadi konsentrat untuk pakan ternak dan perikanan.
  • Fuel – Bahan bakar biogas dapat diperoleh dari pengolahan kotoran ternak, sehingga dapat mencukupi kebutuhan energi rumah tangga, seperti memasak.
  • Fertilizer – Limbah dari kotoran hewan serta pembusukan bahan organik lain dapat dimanfaatkan untuk pupuk cair dan padat.

Sistem pertanian secara terpadu adalah solusi dari permasalahan ketersediaan lahan yang semakin sempit, sehingga pertanian intensif dapat dilakukan. Sistem ini juga dapat menjadi solusi kemandirian dan swasembada pangan produk-produk hasil pertanian.

Kendala Pertanian Terpadu

Terdapat beberapa kendala dalam menciptakan sistem bertani yang efektif ini, yaitu membutuhkan keahlian dalam pengelolaannya. Pengetahuan mengenai manajemen pertanian dan pengetahuan tentang ilmu pertanian, peternakan, dan perikanan juga sangatlah diperlukan.

Oleh karena itu, pemerintah (Kementerian Pertanian) bersama pihak-pihak terkait yang ingin mengembangkan pertanian dengan sistem terpadu ini harus melakukan penerapan langsung ke lapangan.

Kendala lain yang juga sering menjadi faktor penghambat adalah sulitnya untuk menerapkan sistem pertanian ini. Padahal, jika sistem ini diterapkan sepanjang waktu secara berkelanjutan, maka kendala-kendala yang telah disebutkan diatas akan teratasi dengan sendirinya.

Strategi Sistem Pertanian

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan UGM, muncul usulan mengenai tips bertani dengan berlandaskan pada kepentingan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan atau sistem pertanian terpadu (integrated farming system) sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan.

Sekitar 60% penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan bekerja seagai petani, buruh tani, pekebun, peternak dan nelayan. Rata-rata petani di Indonesia memiliki lahan yang sempit, yakni sekitar 0,3 hektar terutama di Pulau Jawa.

Jika sistem pertanian masih mengandalkan sistem lama, tentunya petani akan berada dalam lingkaran pertanian secara terus-menerus.

Hadirna sistem pertanian terpadu dimaksudkan untuk memperpanjang siklus biologis dengan mengoptimalkan pemanfaatan sisi lain pertanian dan peternakan. Setiap mata rantai siklus diupayakan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomis.

Berikut adalah 4 strategi sistem pertanian terpadu, yaitu:

  • Meningkatkan variasi sumber pendapatan petani
  • Menurunkan biaya produksi dengan penggunaan bahan organik dari ternak maupun limbah sisa pertanian untuk menyuburkan lahan
  • Mengoptimalkan pemanfaatan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek konservasi lahan dan tanah
  • Membangun kelembagaan terpadu yang memberikan penyuluhan akan hal teknis serta peningkatan sumber daya manusia

Contoh Sistem Pertanian Terpadu

Kegiatan berkaitan dengan pertanian, perkebunan, perikanan, serta lingkungan dapat tercermin dari metode berikut ini:

a. Agroforestri

Agroforestri atau wanatani sistem budidaya tanaman kehutanan yang dilakukan dengan tanaman pertanian dan atau peternakan. Kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendapatkan hasil dari tanaman.

Sistem ini memiliki manfaat agar penggunaan lahan dapat optimal, meningkatkan daya dukung ekologi daerah pedesaan, meningkatkan persediaan pangan, seta meningkatkan kesejahteraan para petani desa disekitar hutan.

b. Mina Padi

Mina padi adalah contoh pertanian terpadi yang mengkombinasikan metode budidaya tanaman pada lahan dengan sistem perairan. Budidaya padi yang umumnya dilakukan di lahan persawahan digabungkan dengan peternakan itik atau bebek yang menyukai are genangan untuk mencari makanan.

Sistem mina padi juga dapat ditambhakan dengan sistem ternak ikan di lahan pertanian agar petani mendapatkan hasil panen beragam, yakni panen padi, itik atau bebek, serta ikan secara kontinyu.

Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Biogas

Salah satu contoh penerapan sistem pertanian secara terpadu telah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di daerah Kapitan Meo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LIPI menerapkan sistem pertanian yang terintegrasi dengan biogas dari hewan ternak. Sistem ini merupakan pengembangan pemanfaatan kotoran sapi yang diolah dengan alat biogas untuk menyangga kebutuhan pertanian.

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik.

Biogas yang dihasilkan akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, terutama petani untuk mencukup kebutuhan energi rumah tangga sehari-hari. Disamping itu, sampah dari bigas juga dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk pertanian maupun perkebunan.

Secara teknis, penelitian ini dilakukan dengan membuat unit biogas berkapasitas 27000 liter. Alat ini dibangun dengan ukuran penampungan gas berdiameter 3 m dan tingg 2,4 m. Volume yang dihasilkan dapat menampung kotoran sapi sebanyak 9 ekor.

Selanjutnya, bahan pembuatan dgester menggunakan beton bertulang, sedangkan saluran pengumpan dan efluen (saluran sampah) menggunakan pipa PVX berdiameter 4 inchi.

Bak pengumpan dan efluen dibangun dari bahan bata dengan diameter 3 m dan tinggi 2,4 m yang berkapasitas 15.000 liter.

Itulah tadi informasi mengenai Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, August 18, 2020

Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

 Kata pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu yang terdiri dari 2 kata yakni pari dan wisata. Kata pari artinya : bersama atau berkeliling, sedangkan pada kata wisata artinya perjalanan. Jadi, pariwisata adalah yang melakukan suatu aktivitas perjalanan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain yang menjadi objek tujuan wisata dengan sebuah perencanaan yang matang. Untuk lebih meyakinkan lagi definisi dari pariwisata. Disini akan mengulas tentang pengertian parawisata menurut para ahli. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian-Pariwisata

Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli

1. KBBI

Menurut KBBI menyatakan bahwa Pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan sebuah perjalanan rekreasi; turisme; pelancongan.

2. Wikipedia

Menurut Wikipedia menyatakan bahwa Pariwisata (turisme) adalah sebuah perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan.

3. UU No. 10 Tahun 2009

Pariwisata adalah berbagai macam sebuah kegiatan wisata dan didukung dengan berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.

4. World Tourism Organization (WTO)

Menurut WTO menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya.

5. Mathieson & Wall (1982)

Menurut kedua nya menyatakan bahwa Pariwisata ialah serangkaian sebuah aktivitas yang berupa aktivitas perpindahan orang untuk sementara waktu ke sebuah tujuan di luar tempat tinggal ataupun tempat kerjanya, setiap aktivitas yang dilakukannya selama tinggal di tempat tujuan tersebut dan kemudahan-kemudahan yang disediakan untuk memenuhi suatu kebutuhannya baik selama dalam perjalanan ataupun di lokasi tujuannya.

6. Richard Sihite

Menurut Richard Sihite menyatakan bahwa Pariwisata ialah sebuah bentuk kegiatan traveling atau perjalanan yang dilakukan dalam jangka waktu pendek atau hanya sementara waktu.

7. James J.Spillane (1982)

Menurut James J.Spillane menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu kegiatan untuk melakukan suatu perjalanan yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan tujuan lainnya.

8. Robert McIntosh

Menurut Robert McIntosh menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu gabungan dari interaksi antara sih pemerintah selaku tuan rumah pariwisata, bisnis, dan wisatawan.

9. Guyer Flauler

Menurut Guyer Flauler menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu fenomena yang didasarkan atas suatu kebutuhan akan kesehatan & pergantian hawa, penilaian yang sadar & menumbuhkan cinta terhadap suatu keindahan alam, juga pada dasarnya disebabkan oleh bertambahnya suatu pergaulan dari berbagai bangsa dan kelas manusia sebagai hasil dari perkembangan perniagaan, industri, dan penyempurnaan dari alat-alat pengangkutan.

10. Koen Meyers (2009)

Menurut Koen Meyers menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu aktivitas perjalanan yang dilakukan sementara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan sebuah alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah yang melainkan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau libur dan tujuan-tujuan lainnya.

11. Burkart & Medlik

Menurut Burkart & Medlik menyatakan bahwa Pariwisata ialah sebuah tranformasi orang untuk sementara dan dalam jangka waktu yang pendek menuju suatu tujuan-tujuan di luar tempat yang dimana mereka tinggal dan bekerja.

12. Herman V. Schulard (dalam Yoeti, 1996:114)

Menurut Herman V. Schulard menyatakan bahwa Pariwisata adalah sejumlah kegiatan terutama yang ada kaitannya dengan suatu perekonomian secara langsung yang berhubungan dengan masuknya orang-orang asing melalui jalur lalu lintas di suatu negara, kota dan daerah tertentu.

13. Sinaga (2010)

Menurut Sinaga menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu perjalanan yang terencana, yang dilakukan dengan secara individu ataupun kelompok dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menghasilkan  suatu bentuk kepuasan dan kesenangan semata.

14. Kodhyat

Menurut Kodhyat menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang sifatnya hanya sementara, dilakukan perorangan ataupun kelompok, sebagai suatu usaha untuk mencari keseimbangan dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.

15. Prof. Salah Wahab

Menurut Prof. Salah Wahab menyatakan bahwa Pariwisata ialah sebuah aktivitas manusia yang dilakukan dengan secara sadar dan mendapat suatu pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri maupun diluar negeri, yang meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu dalam mencari dan mendapatkan kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya (dimana ia tinggal).

16. Suwantoro (1997)

Menurut Suwantoro menyatakan bahwa Pariwisata adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang untuk menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya, karena suatu alasan dan bukan untuk menghasilkan uang.

17. Soekadijo

Menurtu Soekadijo menyatakan bahwa Pariwisata ialah suatu gejala yang kompleks dalam masyarakat, didalamnya terdapat sebuah hotel, objek wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan dan lain sebagainya

18. Kusdianto (1996)

Menurut Kusdianto menyatakan bahwa Pariwisata ialah susunan organisasi, baik pemerintah ataupuun swasta yang terkait dalam pengembangan, produksi dan pemasaran produk sebuah layanan yang memenuhi kebutuhan dari orang yang sedang bepergian.

19. Chalik dalam Suwena dan Widyatmaja

Pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.

20. Muljadi

Menyebutkan bahwa pariwisata merupakan aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang, diluat tempat tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apapun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah atau gaji.

21. Hans Buchli dalam Suwena dan Widyatmaja

Menyebutkan bahwa kepariwisataan adalah setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari seseorang atau beberapa orang dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperuntukkan bagi kepariwisataan itu oelh lembaga-lembaga yang digunakan untuk maksud tertentu.

22. Damanik dan Weber

Menyebutkan bahwa pariwisata adalah fenomena pergerakan manusia, barang atau jas yang sangat kompleks.

23. Marpaung dan Bahar

Kepariwisataan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk orang yang melakukan kegiatan perjalanan.

24. Gamal

Pariwisata diartikan sebagai bentuk suatu proses kepergian sementara dari seorang lebih menuju ke tempat lain di luar tempat tinggalnya.

25. Hunziker dan Kraft

Pariwisata merupakan keseluruhan hubungan dan gejala-gejala yang timbul dari adanya orang asing dan perjalanannya itu tidak untuk bertempat tinggal menetap dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan untuk mencari nafkah.

26. Norval

Pengertian pariwisata adalah keseluruhan kegiatan yang berhubungan dengan masuk, tinggal, da pergerakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu negara atau kota atau wilayah tertentu.

Itulah beberapa pengertian pariwisata yang dikemukakan oleh para ahli. Jadi, secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan baik oleh individu maupun sekelompok orang dalam waktu tertentu (singkat dan sementara) yang dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain dengan suatu perencanaan yang tujuannya semata-mata untuk memperoleh kesenangan.

27. Pariwisata menurut Prof.K. Krapt dan Prof. Hunziker (dalam Yoeti, 1996:112)

Pariwisata adalah keseluruhan dari gejala-gejala yang ditimbulkan dari perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan orang asing itu tidak tinggal menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktivitas yang bersifat sementara.

28. Sugiama, (2011)

mengungkapkan bahwa pariwisata adalah rangkaian aktivitas, dan penyediaan layanan baik untuk kebutuhan atraksi wisata, transportasi, akomodasi, dan layanan lain yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan seseorang atau sekelompok orang. Perjalanan yang dilakukannya hanya untuk sementara waktu saja meninggalkan tempat tinggalnya dengan maksud beristirahat, berbisnis, atau untuk maksud lainnya.


Bentuk-Bentuk Pariwisata

Menurut Muljadi (2009), Bentuk-bentuk pariwisata yang dikenal masyarakat umum, antara lain:

Bentuk-Bentuk-Pariwisata

  • Menurut Jumlah Orang yang Berpergian

Pariwisata individu/perorangan {individual tourism), yaitu bila seseorang atau sekelompok orang dalam mengadakan peijalanan wisatanya melakukan sendiri dan memilih daerah tujuan wisata beserta programnya serta pelaksanaannya dilakukan sendiri.

Pariwisata kolektif {collective tourism), yaitu suatu usaha perjalanan wisata yang menjual paketnya kepada siapa saja yang berminat, dengan keharusan membayar sejumlah uang yang telah ditentukannya.

  • Menurut Motivasi Perjalanan

  1. Pariwasata rekreasi {recreational tourism) adalah bentuk pariwisata untuk beristirahat guna memulihkan kembali kesegaran jasmani dan rohani dan menghilangkan kelelahan.
  2. Pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism) adalah bentuk pariwisata yang dilakukan oleh orang-orang yang meninggalkan tempat tinggalnya untuk berlibur, untuk mencari udara segar, untuk memenuhi kehendak ingin tahunya, untuk menikmati hiburan dan lain-lain.
  3. Pariwisata budaya {cultural tourism) adalah bentuk pariwisata yang ditandai dengan rangkaian motivasi seperti keinginan untuk belajar adat istiadat dan cara hidup rakyat negara lain, studi-studi/riset pada penemuan-penemuan, mengunjungi tempat-tempat peninggalan kuno/bersejarah dan lain-lain.
  4. Pariwisata olahraga (sports tourism).

Bentuk pariwisata ini dapat dibedakan menjadi 2 kategori:

Pertama : Big Sports Events, yaitu peristiwa-peristiwa olahraga besar yang menarik perhatian, baik olahragawannya sendiri maupun penggemarnya (supporter).

Kedua : Sporting Tourism of the Practitioners, yaitu bentuk olahraga bagi mereka yang ingin berlatih atau mempraktikkan sendiri, seperti: mendaki gunung, olahraga naik kuda, berburu, memancing dan lain-lain.


Pariwisata untuk urusan usaha (business tourism) adalah bentuk pariwisata yang dilakukan oleh kaum pengusaha atau industrialis, tetapi dalam perjalanannya hanya untuk melihat eksibisi atau pameran dan sering mengambil dan memanfaatkan waktu untuk menikmati atraksi di negara yang dikunjungi.


Pariwisata untuk tujuan konvensi (convention tourism) adalah bentuk pariwisata yang dilakukan oleh orang-orang yang akan menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah seprofesi dan politik. Tempat konferensi dituntut tersedia fasilitas yang lengkap, modem dan canggih baik tempat penyelenggaraan, beserta peralatannya, penginapan dan lain-lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan tour (kunjungan wisata).


  • Menurut Waktu Berkunjung

Seasional tourism adalah jenis pariwisata yang kegiatannya berlangsung pada musim-musim tertentu. Termasuk dalam kelompok ini musim panas (summer tourism) dan musim dingin (winter tourism).

Occasional tourism adalah kegiatan pariwisata yang diselenggarakan dengan mengkaitkan kejadian atau event tertentu, seperti Galungan di Bali dan Sekaten di Jogja.

  • Menurut Objeknya

Cultural tourism adalah jenis pariwisata yang disebabkan adanya daya tarik seni dan budaya di suatu daerah/tempat, seperti peninggalan nenek moyang, benda-benda kuno dan sebagainya.

Recuperational tourism yaitu orang-orang yang melakukan peijalanan wisata bertujuan untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Commercial tourism adalah perjalanan yang dikaitkan dengan perdagangan seperti penyelenggaraan expo, fair, exhibition dan sebagainya.

Political tourism adalah suatu perjalanan yang dilakukan dengan tujuan meihat dan menyaksikan peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan kegiatan suatu negara.


  • Menurut Alat Angkutan

Land tourism adalah jenis pariwisata yang di dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan kendaraan darat seperti bus, kereta api, mobil pribadi atau taksi dan kendaraan darat lainnya.

Sea or river tourism adalah kegiatan pariwisata yang menggunakan sarana transportasi air seperti kapal laut, ferry dan sebagainya.

Air tourism adalah kegiatan pariwisata yang menggunakan sarana transportasi udara seperti pesawat terbang, helikopter dan sebagainya.

  • Menurut Umur

Youth tourism atau wisata remaja adalah jenis pariwisata yang dikembangkan bagi remaja dan pada umumnya dengan harga relatif murah dan menggunakan sarana akomodasi youth hostel.

Adult tourism adalah kegiatan pariwisata yang diikuti oleh orang-orang berusia lanjut. Pada umumnya orang-orang yang melakukan perjalanan ini adalah mereka yang menjalani masa pensiun.


Jenis-jenis wisata

Menurut Ismayanti (2010) jenis wisata dibagi menjadi beberapa jenis, antara

lain:

  1. Wisata Olahraga

Wisata-Olahraga

Wisata ini memadukan kegiatan olahraga dengan kegiatan wisata. Kegiatan dalam wisata ini dapat berupa kegiatan olahraga aktif yang mengharuskan wisatawan melakukan gerak olah tubuh secara langsung. Kegiatan lainnya dapat berupa kegiatan olahraga pasif. Dimana wisatawan tidak melakukan gerak olah tubuh, melainkan hanya menjadi penikmat dan pecinta olahraga saja.

  1. Wisata Kuliner

Wisata-Kuliner

Motivasi dalam jenis wisata ini tidak semata-mata hanya untuk mengenyangkan dan memanjakan perut dengan aneka ragam masakan khas dari daerah tujuan wisata, melainkan pengalaman yang menarik juga menjadi motivasinya. Pengalaman makan dan memasak dari aneka ragam makanan khas tiap daerah membuat pengalaman yang didapat menjadi lebih istimewa.

  1. Wisata Religius

Wisata-Religius

Wisata ini dilakukan untuk kegiatan yang bersifat religi, keagamaan, dan ketuhanan.

  1. Wisata Agro

Wisata ini memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, dan rekreasi. Dimana usaha agro yang biasa dimanfaatkan bisa berupa usaha di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perhutanan, maupun perikanan.

  1. Wisata Gua

Wisata gua merupakan kegiatan melakukan eksplorasi ke dalam gua dan menikmati pemandangan yang ada di dalam gua.

  1. Wisata Belanja

Wisata ini menjadikan belanja sebagai daya tarik utamanya.

  1. Wisata Ekologi

Jenis wisata ini merupakan bentuk wisata yang menarik wisatawan untuk peduli kepada ekologi alam dan sosial.

Berbagai jenis wisata dapat berkembang dikemudian hari, seiring berubahnya keinginan dan ketertarikan dari wisatawan. Hal ini tentunya dapat membuka bisnis pariwisata yang harus mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan yang diminati oleh wisatawan.


Pengertian Wisatawan

Wisatawan

Dalam kegiatan pariwisata erat kaitannya dengan wisatawan. Adapun definisi wisatawan menurut The International Union of Office Travel Organization (IUOTO) dan World Tourism Organization (WTO) (dalam Muljadi, 2009, hal.ll) "75 any person who trcn'els to a country other than that in which she/he has his her usual residence but outside his her usual environment for a period not exceeding 12 month and whose main purpose of visit is other than the exercise of an activity remuneratedfrom within the country visited".


Pengertian di atas dapat diartikan bahwa seseorang yang melakukan peijalanan ke negara lain selain negara atau diluar tempat kediamannya dengan tujuan utama kunjungan selain alasan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan upah. Termasuk dalam definisi ini penumpang kapal pesiar yang kembali ke kapal pesiarnya untuk menginap walaupun kapal tersebut berlabuh di pelabuhan untuk jangka waktu beberapa hari.


Menurut Sugiama (2011) bahwa wisatawan adalah orang yang melakukan peijalanan wisata untuk maksud beristirahat/berlibur, berbisnis, atau untuk perjalanan lainnya seperti berobat, kunjungan keagamaan dan untuk perjalanan studi. Dengan mengadakan perjalanannya dan meninggalkan tempat tinggalnya dalam waktu sementara, seseorang dapat dikatakan sebagai wisatawan. Selain itu, dalam perjalanannya seorang wisatawan memiliki maksud tujuan, seperti beristirahat, berbisnis atau maksud lainnya dalam berwisata.


Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa wisatawan adalah seseorang yang melakukan suatu perjalanan wisata ke tempat tujuan yang berada di luar tempat tinggalnya tetapi tidak untuk menetap. Adapun tujuan dari perjalanannya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginannya, seperti berlibur, berbisnis, kunjungan keagamaan dan tujuan lainnya.

Perjalanan yang dilakukan seseorang akan terlaksana apabila adanya permintaan untuk melakukan perjalanan wisata dan adanya penawaran dari pihak- pihak yang terlibat dalam industri pariwisata. Hal ini termasuk ke dalam proses pemasaran pariwisata.


Pemasaran Pariwisata

Pemasaran-Pariwisata

Pemasaran pariwisata (tourism marketing) sangat kompleks sifatnya, dibandingkan dengan pemasaran barang-barang yang dihasilkan perusahaan manufaktur. Hal ini karena produk daripada industri pariwisata mempunyai ciri- ciri khas dibandingkan dengan produk berupa barang. Salah satunya produk pariwisata saling berkaitan dengan perusahaan, instansi dan lembaga dalam masyarakat (Yoeti, 1996).

Secara umum pengertian pemasaran pariwisata yang dikemukakan oleh Yoeti (dalam Muljadi, 2009) adalah seluruh kegiatan untuk mempertemukan permintaan {demand) dan penawaran {supply), sehingga pembeli mendapat kepuasan dan penjual mendapat keuntungan maksimal dengan risiko seminimal mungkin.  Dengan adanya kegiatan pemasaran pariwisata akan membantu dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan untuk mencapai kepuasannya.


Keberhasilan suatu program pemasaran dalam bidang kepariwisataan ditentukan oleh faktor kesamaan pandangan terhadap peranan pariwisata bagi pembangunan daerah. Sebelum melakukan program pemasaran harus ada komitmen dari semua unsur terkait bahwa pariwisata merupakan sektor ekonomi yang bersifat quick yielding (cepat menghasilkan) dan agent of development bagi daerah tersebut (Yoeti, 2002).


Wahab, dkk (dalam Yoeti, 2002) memberikan batasan tentang pemasaran pariwisata, sebagai berikut:

  1. Suatu proses manajemen yang dilakukan oleh Organisasi Pariwisata Nasional dengan bekerjasama dengan organisasi pariwisata swasta, PHRI, ASITA dan pihak-pihak lainnya.
  2. Mengidentifikasi kelompok wisatawan yang sudah memiliki keinginan melakukan perjalanan wisata (actual demand) dan kelompok wisatawan yang memiliki potensi akan melakukan perjalanan wisata pada masa yang akan datang (potential demand).
  3. Melakukan komunikasi dan mempengaruhi keinginan, kebutuhan dan memotivasi wisatawan terhadap yang disukai atau tidak disukai, baik tingkat lokal, regional, nasional atau intemasional.
  4. Menyediakan objek dan atraksi wisata yang sesuai dengan wisatawan untuk mencapai kepuasannya.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka pemasaran pariwisata adalah usaha yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional atau daerah untuk menarik wisatawan lebih banyak datang, lebih lama tinggal dan lebih banyak mengeluarkan uang di daerah tujuan wisata.


Produk Wisata

Produk-Wisata

Secara definisi umum produk menurut Suwantoro (2004), adalah sesuatu yang dihasilkan melalui suatu proses produksi. Dalam pengertian ini bahwa tujuan akhir dari suatu proses produksi yaitu suatu barang (produk) yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan guna memenuhi kebutuhan manusia.


Produk industri pariwisata adalah semua bentuk pelayanan yang dinikmati wisatawan, semenjak meninggalkan tempat tinggalnya, selama berada di tempat yang dikunjunginya dan sampai kembali pulang ke tempat tinggalnya (Yoeti, 2002). Muljadi (2009), menambahkan produk wisata adalah bentukan yang nyata dan tidak nyata dalam suatu kesatuan rangkaian peijalanan tersebut dimaksudkan dapat memberikan pengalaman yang baik bagi yang melakukan peijalanan.


Produk wisata dikemas dalam berbagai jasa, dimana satu dengan yang lainnya saling terkait dan dihasilkan oleh berbagai perusahaan pariwisata. Perusahaan- perusahaan tersebut antara lain; perusahaan akomodasi, angkutan wisata, biro peijalanan, restoran, daya tarik wisata dan perusahaan lain yang terkait. Oleh karena itu, produk wisata yang tersedia di suatu daerah pada hakikatnya dapat memberikan citra wisata dan kesan (image) perjalanan wisata seseorang (Suwantoro, 2004).


Ciri-Ciri Produk Wisata

Menurut Suwantoro (2004) ciri-ciri produk wisata, antara lain:

  1. Hasil atau produk wisata tidak dapat dipindahkan. Karena itu dalam penjualannya produk tidak dibawa ke konsumen (wisatawan). Sebaliknya, konsumen (wisatawan) harus dibawa ke tempat produk dihasilkan.
  2. Produksi dan konsumsi teijadi pada tempat dan saat yang sama. Tanpa adanya konsumen (wisatawan) membeli produk/jasa, maka tidak akan teijasi produksi.
  3. Produksi wisata tidak menggunakan standar ukuran fisik, tetapi menggunakan standar pelayanan dengan kriteria tertentu.
  4. Konsumen (wisatawan) tidak dapat mencoba contoh produk/jasa tersebut sebelumnya, bahkan tidak dapat mengetahui atau menguji sebelum digunakan produk/jasa tersebut.
  5. Hasil atau produk wisata banyak bergantung pada tenaga manusia dan sedikit menggunakan tenaga mesin.
  6. Produk wisata merupakan usaha yang mengandung resiko.

Berdasarkan penjelasan di atas, produk-produk wisata sangat erat hubungannya dengan kunjungan wisatawan. Produk wisata yang tersedia akan memiliki citra dan kesan {image) yang baik dari wisatawan, apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam mencapai kepuasannya.


Daya Tarik Wisata

Dalam kegiatan pariwisata sangat erat kaitannya dengan daya tarik wisata. Daya tarik wisata yang disebut juga objek wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata (Suwantoro, 2004). Semakin tinggi daya tarik yang dimiliki suatu objek wisata, maka dapat menarik lebih banyak kehadiran wisatawan untuk datang berkunjung ke daerah tujuan wisata.

Menurut Damanik dan Weber (2006), daya tarik (atraksi) diartikan sebagai objek wisata (baik yang bersifat tangible maupun intangible) yang memberikan kenikmatan kepada wisatawan. Dari penjelasan diatas daya tarik merupakan produk dari suatu daerah tujuan wisata, yang bersifat nyata (barang) maupun tidak nyata (jasa) yang dapat memberikan kenikmatan kepada wisatawan. Damanik dan Weber (2006) mengungkapkan kualitas produk harus memiliki 4 hal, diantaranya:

  1. Keunikan

Keunikan merupakan kombinasi kelangkaan dan daya tarik yang khas melekat pada suatu objek wisata. Hal ini merupakan keunggulan produk dalam persaingan pasar.

  1. Otensitas

Otensitas merupakan sebuah kategori nilai yang memadukan sifat alamiah eksotis, dan bersahaja dari suatu daya tarik ekowisata.

  1. Originalitas

Originalitas mencerminkan keaslian atau kemurnian, yakni seberapa jauh suatu produk tidak terkontaminasi oleh atau tidaknya mengadopsi nilai atau model dengan nilai aslinya.

  1. Keragaman

Keragaman/diversitas produk adalah keanekaragaman produk dan jasa yang ditawarkan.


Perilaku Wisatawan

Dalam memahami perilaku wisatawan sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai perilaku konsumen. Menurut Suhartanto (2008), perilaku konsumen adalah keseluruhan proses ketika seorang konsumen mengkonsumsi suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Sementara Sugiama (2010), Perilaku konsumen adalah tingkah laku yang ditunjukkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, menilai dan menyisihkan barang/jasa serta gagasan mereka untuk memenuhi kepuasan atas kebutuhan dan keinginannya.


Setiap konsumen berupaya memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan mengorbankan waktu, tenaga dan biaya. Dengan adanya pengorbanan yang dilakukan, maka ketika konsumen membeli suatu produk, ia akan mempertimbangkan berbagai hal untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusannya (Sugiama, 2010).


Setiap wisatawan yang akan melakukan perjalanannya, tentu terlebih dahulu akan melalui proses pengambilan keputusan mengenai daerah tujuan wisata yang dikunjungi. Sugiama (2010), menyebutkan bahwa terdapat 4 hal yang mempengaruhi proses keputusan wisatawan, antara lain: sikap, persepsi, motivasi dan citra (image). Dengan demikian, perilaku wisatawan dapat dipahami berdasarkan minat, motivasi, persepsi, sikap ataupun kepribadian seseorang dalam melakukan suatu perjalanan.


Itulah ulasan tenang Pengertian Parawisata Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca Juga :

Itulah tadi informasi mengenai Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sistem Pertanian Terpadu adalah sistem gabungan antara kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang berkaitan dengan pertanian dalam satu lahan.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk mencukupi kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang para petani, yaitu berupa pangan, sandang dan papan. Target tersebut dapat terpenuhi dengan cara meningkatkan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta mengembangkan desa secara terpadu.

Pengertian Sistem Pertanian Terpadu

Sistem Pertanian Terpadu merupakan suatu sistem menggunakan ulang atau mendaur ulang dengan memanfaatkan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang dibuat menyerupai cara alam bekerja.

Pertanian yang baik ialah kegiatan pertanian yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga kandungan unsur hara dan energi tetap seimbang. Keseimbangan tersebut akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan secara efektif dan efisien.

Pada hakekatnya, pertanian terpadu adalah upaya memanfaatkan seluruh potensi energi agar dapat dipanen secara seimbang.

Kegiatan pertanian melibatkan makhluk hidup pada setiap prosesnya dalam jangka waktu tertentu pada proses produksinya. Melalui kegiatan pertanian terpadu, maka akan terjadi pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon yang lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia, seperti pupuk nitrogen dan lain-lain.

Agar manfaat sistem ini dapat diperoleh secara efektif dan efisien, maka kegiatan pertanian yang dilakukan secara terpadu dapat dibuat di suatu kawasan secara kolektif. Pada kawasan tersebut dapat dibuat beberapa sektor, seperti sektor produksi tanaman, pertanian serta perikanan.

Sektor-sektor ini akan menjadikan suatu kawasan memiliki ekosistem yang lengkap dan seluruh komponen produksinya tidak akan menghasilkan limbah, karena dapat dimanfaatkan oleh komponen-komponen lainnya. Selain itu, peningkatan hasil produksi dan penghematan biaya produksi juga dapat tercapai.

Keunggulan lain dari Sistem Pertanian Terpadu adalah petani dapat memiliki berbagai sumber penghasilan. Kegiatan pertanian ini juga memberikan perhatian terhadap diversifikasi tanaman dan polikultur. Polikultur adalah sistem budidaya pertanaman campuran yang dilakukan pada lahan yang sama.

Melalui sistem ini, petani dapat memperoleh sumber penghasilan dari menanam padi, beternak kambing, serta menanam sayuran. Kotoran dari hewan ternak dapat digunakan untuk pupuk, serta hasil ternak dapat dikonsumsi atau dijual sehingga memperoleh penghasilan tambahan.

agroforestri tanaman pohoninvestasi.com

Latar Belakang

Sebagai negara agraris dengan kekayaan alam dan tanah yang subur, masyarakat Indonesia telah dikenal sebagai petani secara turun temurun.

Namun sayangnya, profesi petani saat ini dianggap sebelah mata dibanding pekerjaan lain. Padahal tanpa kerja keras petani, maka bahan makanan kita sehari-hari akan sulit diperoleh.

Oleh sebab itu, setidaknya ada 3 alasan mengapa pertanian terpadu perlu dilakukan, yaitu:

  • Panen Tidak Setiap Hari – Adanya sistem pertanian terpadu akan menjadikan petani memiliki alternatif pendapat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
  • Menekan Harga Produksi – Pertanian terpadu merupakan kombinasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lainnya dalam satu wilayah tani. Adanya sistem ini akan menekan harga pokok produks dengan penerapan sistem zero waste.
  • Meningkatkan Harga Jual – Melalui pembinaan yang berkelanjutan, hasil panen memiliki keunggulan dibanding pertanian konvensional. Manfaat positifnya adalah harga jual produk pertanian yang meningkat yang memengaruhi kesejahteraan petani menjadi lebih baik.

Tujuan Pertanian Terpadu (4F)

Pertanian dengan sistem terpadu diharapkan mampu menghasilkan kesejahteraan meliputi 4F, yaitu food, feed, fuel, dan fertilizer.

  • Food – Pertanian terpadu diharapkan dapat menghasilkan pangan lebih beragam, seperti beras, sayuran, daging, dan ikan.
  • Feed – Limbah dari pengolahan produk pertanian seperti dedak dan bungkil jagung dapat diolah kembali menjadi konsentrat untuk pakan ternak dan perikanan.
  • Fuel – Bahan bakar biogas dapat diperoleh dari pengolahan kotoran ternak, sehingga dapat mencukupi kebutuhan energi rumah tangga, seperti memasak.
  • Fertilizer – Limbah dari kotoran hewan serta pembusukan bahan organik lain dapat dimanfaatkan untuk pupuk cair dan padat.

Sistem pertanian secara terpadu adalah solusi dari permasalahan ketersediaan lahan yang semakin sempit, sehingga pertanian intensif dapat dilakukan. Sistem ini juga dapat menjadi solusi kemandirian dan swasembada pangan produk-produk hasil pertanian.

Kendala Pertanian Terpadu

Terdapat beberapa kendala dalam menciptakan sistem bertani yang efektif ini, yaitu membutuhkan keahlian dalam pengelolaannya. Pengetahuan mengenai manajemen pertanian dan pengetahuan tentang ilmu pertanian, peternakan, dan perikanan juga sangatlah diperlukan.

Oleh karena itu, pemerintah (Kementerian Pertanian) bersama pihak-pihak terkait yang ingin mengembangkan pertanian dengan sistem terpadu ini harus melakukan penerapan langsung ke lapangan.

Kendala lain yang juga sering menjadi faktor penghambat adalah sulitnya untuk menerapkan sistem pertanian ini. Padahal, jika sistem ini diterapkan sepanjang waktu secara berkelanjutan, maka kendala-kendala yang telah disebutkan diatas akan teratasi dengan sendirinya.

Strategi Sistem Pertanian

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan UGM, muncul usulan mengenai tips bertani dengan berlandaskan pada kepentingan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan atau sistem pertanian terpadu (integrated farming system) sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan.

Sekitar 60% penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan bekerja seagai petani, buruh tani, pekebun, peternak dan nelayan. Rata-rata petani di Indonesia memiliki lahan yang sempit, yakni sekitar 0,3 hektar terutama di Pulau Jawa.

Jika sistem pertanian masih mengandalkan sistem lama, tentunya petani akan berada dalam lingkaran pertanian secara terus-menerus.

Hadirna sistem pertanian terpadu dimaksudkan untuk memperpanjang siklus biologis dengan mengoptimalkan pemanfaatan sisi lain pertanian dan peternakan. Setiap mata rantai siklus diupayakan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomis.

Berikut adalah 4 strategi sistem pertanian terpadu, yaitu:

  • Meningkatkan variasi sumber pendapatan petani
  • Menurunkan biaya produksi dengan penggunaan bahan organik dari ternak maupun limbah sisa pertanian untuk menyuburkan lahan
  • Mengoptimalkan pemanfaatan secara bijak dengan mempertimbangkan aspek konservasi lahan dan tanah
  • Membangun kelembagaan terpadu yang memberikan penyuluhan akan hal teknis serta peningkatan sumber daya manusia

Contoh Sistem Pertanian Terpadu

Kegiatan berkaitan dengan pertanian, perkebunan, perikanan, serta lingkungan dapat tercermin dari metode berikut ini:

a. Agroforestri

Agroforestri atau wanatani sistem budidaya tanaman kehutanan yang dilakukan dengan tanaman pertanian dan atau peternakan. Kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendapatkan hasil dari tanaman.

Sistem ini memiliki manfaat agar penggunaan lahan dapat optimal, meningkatkan daya dukung ekologi daerah pedesaan, meningkatkan persediaan pangan, seta meningkatkan kesejahteraan para petani desa disekitar hutan.

b. Mina Padi

Mina padi adalah contoh pertanian terpadi yang mengkombinasikan metode budidaya tanaman pada lahan dengan sistem perairan. Budidaya padi yang umumnya dilakukan di lahan persawahan digabungkan dengan peternakan itik atau bebek yang menyukai are genangan untuk mencari makanan.

Sistem mina padi juga dapat ditambhakan dengan sistem ternak ikan di lahan pertanian agar petani mendapatkan hasil panen beragam, yakni panen padi, itik atau bebek, serta ikan secara kontinyu.

Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Biogas

Salah satu contoh penerapan sistem pertanian secara terpadu telah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di daerah Kapitan Meo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LIPI menerapkan sistem pertanian yang terintegrasi dengan biogas dari hewan ternak. Sistem ini merupakan pengembangan pemanfaatan kotoran sapi yang diolah dengan alat biogas untuk menyangga kebutuhan pertanian.

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik.

Biogas yang dihasilkan akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, terutama petani untuk mencukup kebutuhan energi rumah tangga sehari-hari. Disamping itu, sampah dari bigas juga dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk pertanian maupun perkebunan.

Secara teknis, penelitian ini dilakukan dengan membuat unit biogas berkapasitas 27000 liter. Alat ini dibangun dengan ukuran penampungan gas berdiameter 3 m dan tingg 2,4 m. Volume yang dihasilkan dapat menampung kotoran sapi sebanyak 9 ekor.

Selanjutnya, bahan pembuatan dgester menggunakan beton bertulang, sedangkan saluran pengumpan dan efluen (saluran sampah) menggunakan pipa PVX berdiameter 4 inchi.

Bak pengumpan dan efluen dibangun dari bahan bata dengan diameter 3 m dan tinggi 2,4 m yang berkapasitas 15.000 liter.

Itulah tadi informasi mengenai Sistem Pertanian Terpadu – Pengertian, Tujuan & Kendala dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, August 13, 2020

Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap â€" Selamat datang di gurupendidikan.com pada kesempatan sebelumnya sudah membahas tentang karakteristik benua asia, karakteristik benua afrika, karakteristik benua amerika dan karakteristik benua eropa. Pada kesempatan kali ini disini akan membahas tentang karakteristik benua australia secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

benua-antartika

Karakteristik Benua Antartika

Benua Antartika jarang diperbincangkan orang, bahkan kalian mungkin belum tahu tentang benua ini. Benua Antartika adalah  benua yang tidak dihuni manusia, tempat paling dingin di Bumi dan hampir semua wilayahnya tertutup salju. Benua ini terletak di Kutub Selatan Bumi.

Benua Antartika ialah benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun. Meskipun legenda dan spekulasi tentang sebuah Terra Australis (Tanah Selatan) sudah ada sejak zaman kuno, penemuan benua yang pertama kali diterima umum terjadi pada tahun 1820 dan pendaratan yang pertama terverifikasi pada tahun 1821.

Letak dan Luas Benua Antarktika
Wilayah Antartika adalah  benua paling selatan (kutub selatan) dengan luas 14.000.000 km2 (280.000 km2 bebas es; 13.720.000 km2 tertutup oleh es).

Iklim Benua Antarktika
Antartika merupakan tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85° dan -90° Celsius di musim dingin, dan 30° lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir semua benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer. Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.

Populasi Benua Antarktika
Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antartika dalam satu waktu, namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antartika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Meskipun tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antartika mempunyai stasiun riset yang umumnya selalu dipakai sepanjang tahun. Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari, 1978) sampai sekarang ialah orang pertama yang lahir di Antartika.Dia merupakan seorang warga negara Argentina. Lalu pada tahun 1986/ 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.

Flora dan Fauna Benua Antarktika
Tidak ada tumbuhan yang bisa hidup di Benua Antartika, karena terlalu lembab dan dingin. Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin ialah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun pinguin adalah penyelam yang ulung. Hewan lainnya yaitu singa laut, anjing laut, dan ikan paus.

Klaim Teritorial Benua Antarktika
Beberapa negara, terutama yang letaknya tidak jauh dari Antartika pada awal abad ke-20 mengklaim beberapa wilayah di Antartika. Pengklaiman ini secarapraktis tidak ada artinya, Tapi seringkali digambarkan oleh para ahli kartografi dalam membuat peta dan atlas.

  • Argentina: 25° B sampai dengan 74° B; sebagian meliputi wilayah Chili dan Britania. Antártida Argentina diklaim pada tahun 1943 sebagai bagian wilayah Provinsi Terra Fuega, Antartica, dan Kepulauan Atlantika Selatan.
  • Australia: 160° T sampai dengan 142° T dan 136° T sampai dengan 45° T; diklaim pada 1933 sebagai Teritorium Antartika Australia.
  • Britania Raya: 20° B sampai dengan 80° B; meliputi wilayah Argentina dan Chili, diklaim pada tahun 1908, lihat pula Teritorium Antartika Britania.
  • Chili: 53° B sampai dengan 90° B; juga meliputi wilayah Argentina dan Britania; mulai tahun 1940.
  • Perancis: 142° T sampai dengan 136° T; tanah Adelie diklaim pada 1924.
  • Selandia Baru: 150° B sampai dengan 160° T; Dependensi Ross diklaim pada 1923.
  • Norwegia: 45° T sampai dengan 20° T; diklaim pada 1938 sebagai Tanah Dronning Maudland, termasuk pulau Peter I. Walaupun antara 90O B dan 150O B belum diklaim siapa-siapa.

Wisata Antarktika Benua Antarktika
Antartika sudah mempunyai jasa layanan telepon nirkabel. Di Pangkalan Marambio milik Argentina terdapat sebuah menara selular yang memakai teknologi AMPS dan di Pulau Raja George terdapat sebuah menara GSM Entel Chili. Selain alat ini, komunikasi terbatas pada koneksi satelit. Kode telpon internasional untuk Antarktika ialah  +672. Ada dua maskapai penerbangan yang melayani penerbangan melintasi Antartika untuk menikmati suatu pemandangan dari udara yakni Qantas Airlines dan Air New Zealand. Tapi sesudah kecelakaan pesawat Air New Zealand penerbangan TE-901 yang menabrak gunung Erebus pada tanggal 28 November 1978, penerbangan menikmati pemandangan Antartika dari udara ini kemudian dihentikan.

Kondisi Lingkungan dan Potensi Alam Benua Antarktika
Kerja sama internasional untuk Antarktika dimulai dengan ekspedisi ilmiah pada akhir tahun 1050-an. Pada masa itu, selama masa Perang Dingin antara Amerika dan Soviet terdapat kekhawatiran bahwa Antarktika akan dipakai untuk kepentingan militer. Sebagai hasilnya, muncullah Perjanjian Antarktika pada tahun 1961 yang menjamin bahwa benua itu dipakai untuk tujuan damai.

Pada masa sekarang, ketakutan tentang polusi sudah membawa Antarktika menjadi berita utama lagi. Alasannya yakni bahwa polusi sudah mencapai Antarktika dan sepertinya akan bertahan selamanya. Iklim Antarktika tidak akan menyebarkan polusi, melainkan akan memeliharanya. Polusi juga mengancam ekologi yang berproduktivitas tinggi di sekitar lautan bagian selatan. Di bawah es dan salju di Antarktika sudah ditemukan timbunan emas, bijih besi, dan logam-logam lainnya yang sangat berharga. Sebagai hasilnya, beberapa negara enggan melarang penambangan dan jenis pengambilan mineral lainnya di Antarktika. Kemungkinan dari pertambangan dengan skala besar di Antarktika sudah diperingatkan oleh para pencinta lingkungan dunia. Mereka berargumen bahwa Antarktika harus dinyatakan sebagai taman dunia, bebas dari segala bentuk pengembangan ataupun pertambangan.

Itulah ulasan tentang  Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juag refrensi artikel terkait lainnya disini :

Itulah tadi informasi mengenai Karakteristik Benua Antartika Beserta Penjelasannya Secara Lengkap oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, August 8, 2020

Pengertian Biosfer – Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputarekologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya : Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Pengertian Biosfer

Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Secara etimologi,  kata biosfer terdiri atas 2 kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.Pengertian Biosfer dalam arti sempit adalah lapisan atau bagian di bumi yang menjadi tempat makhluk hidup.


Pengertian biosfer dalam arti luas memiliki makna makhluk hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.Pengertian biosfer dalam arti luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Dioda: Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja, Contoh Dan Jenis Dioda


Litosfer (batuan)

Berdasarkan tempat terjadinya maka batuan penyusun litosfer dapat dibedakan atas:

  • Batuan intrusif: terjadi di bagian dalam, jauh dari permukaan bumi.
  • Batuan ekstrusif: terjadi di dekat permukaan bumi, atau diluar permukaan bumi.
  • Batuan hypoobisis: terjadi dalam gang atau saluran-saluran kulit bumi.

Bagian luar dari bumi lapisan batuan yang disebut litosfer. Karena adanya peristiwa diferensiasi, terbentuklah lapisan SIAL dan lapisan SIMA. SIAL merupakan bagian teratas dari kerak bumi yang terdiri dari Silica dan Aluminium (SI-AL). Sedangkan SIMA merupakan bagian bawah dari SIAL, yang terdiri dari Silica dan magnesium (SI-MA). Kedua lapisan di atas merupakan litosfer.


Hidrosfer (air)

Yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada di atas muka bumi. Yang terbesar adalah samudra dan lautan. Dikatakan bahwa perbandingan antara samudra dan daratan berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air sedangkan 28% berupa daratan.


Atmosfer (udara)

Bumi Dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau atmosfer. Ada lapisan dalam atmosfer.

  • Yang dekat dengan permukaan bumi setebal ± 10 km disebut troposfer.
  • Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer.

Pengertian biosfer  secara umum,  Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic  berlangsung.


Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).  Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Fluida Dinamis : Rumus Hukum Bernoulli, Pengertian, Jenis, Ciri Dan Contoh Soal


Faktor Pendukung Dan Penghambat Kelangsungan Hidup Biosfer

Makhluk hidup yang menempati planet bumi adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Hewan maupun tumbuhan ada yang hidup di darat , perairan, baik pada kawasan air tawar ataupun air laut. Namun, tidak seluruh permukaan bumi dapat menjadi tempat hidup bagi organisme. Karena berhubungan erat dengan berbagai persyaratan hidup, faktor pendukung, dan faktor penghambat bagi kelangsungan hidup organisme itu sendiri.


Faktor Pendukung

  • Kondisi geologi

Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya.


Keanekaragaman flora fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua” yang disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930).


  • Iklim

Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora.


Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan faunaberbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragamanflora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun.


Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.


  • Ketinggian tempat

Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghunn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut :


    • Wilayah berudara panas (0 â€" 600 m dpal).

Suhu wilayah ini antara 23,3 ºC â€" 22 ºC, tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada, dan buah-buahan.

    • Wilayah berudara sedang (600 â€" 1.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 22 ºC â€" 17,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, coklat, kina, teh, dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.


    • Wilayah berudara sejuk (1.500 â€" 2.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 17,1 ºC â€" 11,1 ºC, tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.

    • Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)

Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek, contoh: edelweis.


  • Faktor biotik.

Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya.


Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Momen Inersia


Faktor penghambat

Keseimbangan lingkungan dapat terganggu bila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. Faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain :


  • Polusi

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982). Z


at atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.


Sifat polutan adalah:

    1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat, lingkungan tidak merusak lagi
    2. merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran Biosfer

Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.


  • Menurut tempat Terjadinya

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel.

Contohnya:

polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi, materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia.


Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian. Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.


Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar.

Contohnya:

Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. • Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.


Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran.

Contohnya:

    • sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng.
    • detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan).
    • zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

  • Menurut macam bahan pencemar

Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut :

  • Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  • Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  • Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

  • Menurut Tingkat Pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak.Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tabel Periodik Unsur Kimia : Pengertian, Makalah, Sistem Dan Gambar


  • Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.

  • Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  • Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Manusia sebagai Pengubah Biosfer dan Implikasinya terhadap Tata Ruang Hidup

  • Implikasi terhadap Tata Ruang Hidup

Manusia sebagai pengubah biosfer dengan pengetahuaannya mampu mengubah keadaan lingkungan sehingga menguntungkan dirinya, guna memenuhi kebutuhannya. Ekosistem yang kini terdapat disekitar manusia merupakan suatu ekosistem yang baru diciptakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Suatu ekosistem manusia penuh dengan beranekaragam tumbuhan dan hewan yang ditanam dan dipelihara.


Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keselarasannya ini tidaklah terlalu besar. Alam masih sanggup membuat keseimbangan baru yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian berbanding terbalik dengan kenyataannya.


Manusia membuat ilmu dan teknologi yang terkadang belum dikuasai sepenuhnya oleh manusia telah digunakan secara luas, bukankah hal yang mustahil justru menghancurkan kemampuan alam. Akibatnya, lingkungan tidak dapat lagi mendukung kehidupan dan akhirnya berhenti pula manusia sebagai penduduk bumi.


Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia dan karena itu alam haruslah ditaklukan untuk kepentingannya. Di lain pihak, kemajuan dalam bidang telah menambah kebutuhan manusia.


Mencari makan bukan sekedar penawar lapar, berpakaian bukan sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, melainkan ingin menikmatinya. Alat rumah tangga semakin bermacam-macam. Semua ini diciptakan demi kesenangan manusia.


Diciptakan juga berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan. Digalinya berbagai jenis barang tambang, dibangunnya berbagai bendungan, pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup manusia, dan batubara untuk menggerakkan pabrik dan alat transportasi.


Pendek kata, intervensi manusia terhadap lingkungan dan ekosistem semakin dalam dan rumit, semuanya itu demi kesenangannya. Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya, jumlahnyapun semakin meningkat. Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh perubahan lingkungan yang terus menerus.


Akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang berencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.


  • Implikasi terhadap Sumber Daya

Manusia sebagai pengubah biosfer dapat membawa implikasi terhadap sumber daya, ada yang positif dan negatif.


Dampak positifnya meliputi:

  1. Dapat menaikkan kuantitas suatu produksi, misalnya di bidang pertanian dan industri. Penggunaan bioteknologi, misalnya hormone tumbuhan yang mampu memacu tumbuhnya daun, bunga, atau buah yang banyak juga telah diterapkan dalam dunia pertanian.

  2. Menaikkan kualitas atau mutu produksi, misalnya; pada pengolahan minyak bumi, yang semula kita mengenal bensin, sekarang kita mengenal premium dimana premium dikatakan lebih baik karena mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi sehingga tidak mudah atau cepat merusak alat atau mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.

  3. Pengolahan SDA yang efektif dan efesien, menambah ragam produksi. Misalnya; pada pengolahan minyak bumi yang mula-mula hanya menghasilkan macam-macam bahan bakar, seperti; LNG, LPG, Avigas, premium, solar, minyak tanah, dan minyak pelumas lilin serta aspal, sekarang dapat dikembangkan untuk menghasilkan propylene atau bahan untuk pembuatan plastik, gas H2 untuk pembuatan pupuk, ABS (alkyl bennema sulfonat) untuk pembuatan detergen.

Dampak negatifnya meliputi:

  1. Timbulnya pencemaran lingkungan. Misalnya; adanya suatu pabrik yang menggunakan mesin yang mengadakan pembakaran tidak sempurna akibatnya mengeluarkan gas CO yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Afinitasantara CO dan hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat bila dibandingkan antara O2 dan hemoglobin dan membentuk senyawa karboksi hemoglobin yang stabil.Atmosfer yang mengandung 80 ppm CO dalam tempo 8 jam dapat mengurangi distribusi O2 dalam darah kita sekitar 15%.

    Untuk itu, aliran darah dipercepat akibatnya orang dapat pusing-pusing kemudian lemas dan kandungan CO sebesar1.300 ppm dalam tempo 30 menit dapat menyebabkan fatal. Pabrik yang  mengeluarkan bahan buangan (air limbah) yang mengandung bahan yang dapat menimbulkan pencemaran air, misalnya Hg dapat mengganggu ekosistem di sungai dan di laut.


    Misalnya ikan-ikan akan mati sehingga mengurangi populasi ikan  yang ada di dalamnya. Selain itu, sampah-sampah yang dibuang di sungai akan merusak kualitas air sungai.Penggunaan pestisida di bidang pertanian dapat pula menimbulkan pencemaran tanah bila penggunaannya kurang tepat. Penggunaan teknik nuklir yang dapat pula menimbulkan pencemaran, misalnya dengan adanya kebocoran akan terjadi radiasi.


  2. Terjadi kepunahan, Apabila manusia menggunakan SDA yang melampaui batas tanpamelestarikannya kembali maka akan terjadi kepunahan dalam ketersediaan SDA. Misalnya; penebangan hutan secara liar, perburuan binatang buas dan langka, pengambilan barang tambang secara terus-menerus karena barang-barang tambang tersebut tidak dapat diperbaharui.

  3. Implikasi terhadap Ketersediaan Energi, Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan perkembangan IPA dan teknologi, proses pengilangan minyak bumi dan pengambilan biji menjadi efesien, sehingga produksinya meningkat. Contohnya bensin dari minyak bumi. Minyak bumi adalah hasil pelapukan dari lau.

    Pada proses penyulingan belum diperoleh bensin yang memadai dan kualitasnya rendah. Dengan perkembangan IPA dan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dilakukan proses keretakan (proses memanaskan bahan bertitik didih tinggi di bawah tekanan) dengan menggunakan katalisator,


    hingga molekul-molekul besar pecah menjadi molekul-molekul kecil dan proses reformasi (proses dengan katalisator mengubah senyawa alifatik menjadi senyawa aromatik). Dengan proses keretakan dan reformasi diperoleh peningkatan bensin, baik kuantitas maupun kualitasnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Asam, Basa, Dan Garam


 

Itulah tadi informasi dari daftar judi slot mengenai Pengertian Biosfer â€" Faktor, Pencemaran, Tata Ruang Hidup, Sumber Daya, Contohnya oleh - seputarekologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarekologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020